Merupakan Alat Musik Pukul, Harga Calti Power Beat Dijual Kisaran Ratusan Ribu Rupiah

Calti Power Beat - (Sumber: sentra-rebana.com)Calti Power Beat - (Sumber: sentra-rebana.com)

Apabila Anda mengenal berbagai alat musik, pasti tidak asing dengan alat musik pukul satu ini, yaitu Calti Power Beat. Cara memainkan alat musik itu adalah dengan menepuk-nepuk bagian alat musik tersebut sehingga menghasilkan bunyi. Alat tersebut biasa dimainkan pada saat acara keagamaan, dan juga acara lainnya.

Calti Power Beat berada di kisaran ratusan ribu rupiah. Untuk bekasnya saja ada yang Rp 650.000. Tetapi, apabila Anda mencari melalui beberapa situs online, alat musik Calti tersebut dijual dengan beragam mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 950.000.

Apabila Anda berminat membeli, bukan saja dijual secara online, alat musik pukul tersebut juga dijual di peralatan musik. Bagi yang masih bingung bagaimana cara memainkannya, Anda dapat melihat videonya di situs Youtube.

Berbicara mengenai alat musik pukul, di Indonesia sendiri, jenisnya bukan hanya satu saja. Ambil contoh saja kolintang, ketipung, gendang, rebana, tamborin, dan lainnya. Dari beberapa contoh itu ada alat musik yang dipukul sudah memiliki nada, ada juga yang tidak memiliki nada.

Baru-baru ini, seorang pemuda Indonesia, Rizal Abdulhadi menciptakan alat musik yang terbuat dari bambu dan terbilang . Hal tersebut karena alat musik ciptaannya merupakan gabungan dari 3 alat musik, yaitu gitar, didgeridoo atau celempung, dan perkusi mini. “Ketiganya mewakili alat musik petik, tiup, dan pukul,” tutur Rizal. Alat musik tersebut diberi nama Rasendriya.

Awalnya, ia belajar dari komunitas musik Konser Kampung Jatitujuh yang bermarkas di Desa Jatitujuh. musiknya bertambah. Ia mengetahui bahwa instrumen musik kontemporer bisa dipadukan dengan alat musik lain.

Dengan menggunakan alat musik Rasendriya, Rizal mengaku sudah 5 album solo. Album Rizal berjudul ‘Hope’ dan dirilis pada tahun 2016 lalu. Selain dari proses rekaman yang lebih profesional, di album ini Rizal juga akan menghadirkan musik yang lebih berwarna dengan alat musik lebih beragam.

“Selain memainkan Rasendriya, alat musik ciptaan saya sendiri, saya juga banyak memainkan alat musik baru. Seperti bamboo lapsteel dan beberapa bamboo string instrument yang saya buat sendiri,” ujarnya.

Soal prestasi, lima negara diketahui sudah menunggu Rizal Abdulhadi. Dimulai dari Malaysia, lanjut ke India, lalu Thailand, Singapura, dan Filipina. Dalam kurun lima pekan, dia tidak hanya tampil di festival, musisi folk alias musik rakyat tersebut juga dijadwalkan mengadakan workshop. “Membagi ilmu soal bambu,” katanya.

Jika dihitung, dalam lima tahun terakhir, sudah puluhan negara dia kunjungi. Di berbagai benua. Begitu pula di dalam negeri. Kecuali Papua, semua pulau-pulau besar telah dia singgahi, entah untuk tampil, berkolaborasi dengan musisi setempat, atau membagi ilmu soal bambu.

Loading...