Meroket 69 Poin, Rupiah Terbantu Banyak Faktor Eksternal dan Domestik

Jakarta – melesat naik 69 poin atau setara 0,52% ke level Rp 13.232/USD pada penutupan Kamis sore (3/3). Laju penguatan pada hari ini merupakan yang terbaik sejak Juni . Pergerakan bahkan sempat menyentuh level Rp 13.227/USD, tercatat pada pukul 14.45 WIB siang tadi.

Bertumpuknya amunisi yang mendorong penguatan Rupiah menjadikan Mata uang Garuda ini bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan. Analis NH Securities Indonesia Reza Priyambada menuturkan, ada sejumlah alasan mengapa Rupiah dapat memancing aksi beli dari para .

“Rupiah diharapkan dapat kembali melanjutkan pergerakan positifnya yang ditunjang kondisi pasar yang cukup kondusif dengan munculnya berita- berita yang positif,” ujar Reza dalam hasil riset hariannya.

Pertama, Harga mentah dunia perlahan naik dengan signifikan hingga menyentuh level USD 34 per barel sehingga mengatrol posisi Rupiah. Kedua, kekhawatiran global terkait potensi devaluasi Yuan kini telah mereda pasca stabilnya nilai tukar mata uang Tiongkok tersebut.

Selanjutnya, ada berita baik yang datang dari Bank Sentral Cina. People’s Bank of (PBoC) dikabarkan memangkas Giro Wajib Minimum perbankan sebesar 50 bps hingga tersisa 17% saja.

Kabar dari BPS juga telah berhasil memancing masuk aliran dana asing pada pasar obligasi dan Indonesia. Data ekonomi yang dirilis untuk bulan Februari 2016 lalu menyebutkan bahwa telah terjadi devlasi sebesar 0,09%, yang mengindikasikan kestabilan perekonomian di tanah air.

“Rupiah juga masih memperoleh amunisi positif dari BPS yang menyebutkan Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,09 persen sepanjang Februari 2016, sehingga mengindikasikan ekonomi domestik stabil disertai fundamental yang kondusif,”‎ kata Reza.

Loading...