Merek Populer, Berapa Harga Aqua Botol 300 ml per Dus?

Aqua Botol 300 ml - megapolitan.kompas.comAqua Botol 300 ml - megapolitan.kompas.com

Selain kemasan gelas, mineral Aqua kini juga telah tersedia dalam kemasan botol. Untuk kemasan botol ini, brand yang sudah populer tersebut menyediakan 330 ml, 600 ml, 750 ml, dan 1.500 ml. Nah, bagi Anda yang membutuhkan Aqua botol 300 ml (330 ml), kini harganya berkisar Rp33 ribu hingga Rp40 ribuan per dus yang berisi 24 botol.

Aqua sebagai brand dengan reputasi kuat telah terbukti ketika meraih penghargaan BrandZ untuk ‘The Brand Purpose’ Making Lives Better dari WPP and Kantar Millward Brown pada bulan Agustus 2017 lalu. WPP and Kantar Millward Brown sendiri merupakan survei untuk efektivitas iklan, komunikasi strategis, media, dan brand equity.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah lebih dari 40 tahun memberikan kepercayaan kepada kami untuk meningkatkan kesehatan bagi masyarakat,” ujar VP General Secretary Danone Indonesia, Leila Djafaar. “Kami telah menjalankan program akses air bersih dan penyehatan lingkungan sejak 2007. Hal ini juga sebagai kontribusi pada tujuan dalam peningkatan akses air minum dan sanitasi di Indonesia.”

Sayangnya, pada Maret 2018 kemarin, Aqua sempat diterpa isu tidak sedap lantaran air dalam botol produksi mereka dikatakan mengandung partikel plastik. Pengujian yang dilakukan oleh organisasi jurnalisme Orb Media bersama State University of New York itu juga menemukan partikel plastik di dalam Nestle Pure Life, serta merek Evian dan San Pellegrino.

Namun, Danone Indonesia menampik tudingan mengenai kandungan partikel plastik, atau mikroplastik, di dalam air minum dalam kemasan (AMDK) merek Aqua yang mereka produksi. Perusahaan berpendapat, metodologi yang digunakan untuk meneliti kandungan mikroplastik tersebut tidak jelas. Selain itu, data menunjukkan bahwa studi mengenai topik itu juga sangat terbatas serta hasilnya masih terlalu bervariasi.

“Danone Waters tidak dalam posisi untuk berkomentar karena beberapa aspek dari metodologi pengujian yang digunakan masih belum jelas,” kata Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, dalam keterangan resminya. “Dan, tidak ada perbedaan statistik signifikan yang bisa digunakan sebagai pembanding angka acuan (nol).”

Loading...