Menyimpan Segudang Manfaat, Harga Kol Ungu di Supermarket Bisa Sampai Rp 100 Ribuan

Kol Ungu - www.tokopedia.comKol Ungu - www.tokopedia.com

Kol atau kubis termasuk yang punya beragam untuk kesehatan. Terlebih sayur satu ini juga mudah diolah untuk dijadikan berbagai yang lezat, termasuk dijadikan sayuran dalam hidangan lalapan. kol pun ada beragam, tak hanya kol putih atau hijau saja, kini pun ada kol berwarna ungu yang jualnya lebih mahal dari kol putih.

Sayur kol ungu atau yang kerap disebut red cabbage ini biasanya di sejumlah supermarket seperti Giant, Hypermart, Superindo, Transmart Carrefour, dan sebagainya. Harga kol ungu di Carrefour misalnya, dibanderol sekitar Rp 100.900 per kilogram (kg). Sedangkan di umumnya kol atau kubis ungu dengan harga relatif lebih murah, sekitar Rp 42 ribuan saja. Lantas apa saja manfaat atau khasiat dari kol ungu dibanding kol hijau?

Rupanya kol ungu atau kol merah ini disebut-sebut lebih banyak mengandung vitamin A, vitamin C, dan zat besi dibandingkan kubis hijau. Selain itu, konsumsi kol ungu diyakini bisa melawan berbagai penyakit seperti radang sendi, nyeri sendi, asam urat, mengurangi risiko kanker (payudara, hati, paru-paru, indung telur, dan usus besar), hingga untuk menjaga kesehatan pencernaan dari penyakit seperti sindrom iritasi usus (IBS), penyakit Chron, tukak lambung, hingga diverticulitis.

Sayuran yang kerap dijadikan pelengkap dalam hidangan salad ini bukan hanya punya banyak manfaat untuk kesehatan, tetapi juga sangat menguntungkan untuk dibudidayakan. keunguan pada kol ini disebabkan karena kandungan pH dalam tanah ketika ditanam yang mempengaruhi pigmen antosianin, sehingga menyebabkan kol menjadi ungu.

Tanaman yang memiliki nama latin Brassica oleraceae L. tersebut banyak dibudidayakan di daerah pegunungan beriklim tropis, termasuk daerah Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Salah satu pembudidaya kol ungu, Deri Galih Jatmiko mengaku dapat memanen 1,5 ton kol ungu dalam kurun waktu 3,5-4 bulan.

“Budidaya kol ungu jauh lebih menguntungkan dibanding dengan kol putih, karena harganya bisa empat kali lipat lebih tinggi,” ujar Deri, seperti dilansir Jitunews. Sekali panen kabarnya Deri dapat meraup omzet hingga Rp 15 juta. “Rata-rata petani di sini dalam menyemai kol ungu menggunakan bibit yang dibeli di -toko karena praktis dan cepat, padahal kalau bisa mengembangkan secara mandiri pasti hasilnya bisa lebih besar,” ungkapnya.

Loading...