Menyediakan Destinasi Ke Berbagai Benua, Biaya EF Homestay Terbilang Bervariasi

biaya, EF, homestay, durasi, waktu, basic, general, intensive, english, first, australia, lembaga, kursus, bahasa, inggris, indonesia, keluarga, tujuan, seleksi, ketat, destinasi, benua, paket, tujuanMenyediakan Destinasi Ke Berbagai Benua, Biaya EF Homestay Terbilang Bervariasi (teenlife.com)

EF (English First) menyediakan program homestay yang menggabungkan kelas , aktivitas terencana dan waktu luang yang cukup. Bagi pendaftar, tidak perlu khawatir dengan keluarga di negara tujuan, karena EF telah melakukan seleksi ketat terhadap calon keluarga baru Anda.

Bagi calon pendaftar yang masih bingung, EF menyediakan konsultan pendidikan yang akan membantu Anda untuk merencanakan paket homestay di yang terbaik menurut usia, keterampilan, dan tujuan Anda.

Ada kurang lebih 60 negara di setiap benua kecuali Antartika yang dapat dipilih untuk program homestay. Beberapa negara yang cukup populer dijadikan pilihan antara lain Inggris, Amerika, Kanada, Malta, Australia, dan Irlandia.

Mengenai biaya EF homestay terbilang bervariasi, tergantung waktu dan kategori. Misalnya untuk waktu 2 minggu, untuk basic, biayanya sekitar 1.510 (Rp 20.805.753), untuk general 1.530 (Rp 21.082.587), dan intensive sebesar 1.710 (Rp 23.562.891).

Secara umum, lembaga kursus bahasa inggris tersebut telah mengerjakan tiga lini bisnis, yaitu menyediakan program persiapan belajar atau bersekolah di luar negeri (homestay), kursus Bahasa Inggris untuk anak-anak dan remaja (Kids & Teen), serta dewasa (Smart Adult).

EF mengklaim sebagai lembaga kursus yang lengkap di untuk usia anak-anak, remaja, dan dewasa, hingga produk homestay di luar negeri. “EF menawarkan keunggulan dan kualitas yang tidak dapat ditemukan di tempat kursus bahasa Inggris lain seperti sistem pembelajaran yang inovatif, materi pengajaran eksklusif, guru penutur asli berbakat dan bersertifikasi, yang modern dan nyaman di lokasi strategis, pilihan program kursus yang lengkap serta pelayanan studi ke luar negeri,” tutur Julinorita Simatupang, Director of Corporate Affairs EF.

Program homestay sendiri memberikan kontribusi tertinggi terhadap pendapatan EF, disusul program Kids & Teen dan Smart Adult. Ia meyakini adanya ruang pertumbuhan bagi bisnis EF dan lembaga bahasa asing di Indonesia masih sangat tinggi ke depannya.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang berkemampuan Bahasa Inggris di Indonesia masih tergolong rendah apabila dibanding negara-negara di Asia Tenggara. Merujuk survei global EF yang terangkum di EPI (English Proficiency Index), skor EPI Indonesia sebesar 52,91 dan berada di posisi ke-32 dari 72 negara yang di survei.

Skor EPI Indonesia tersebut terlihat lebih rendah dibanding beberapa negara tetangga di Asia Tenggara, atau di bawah Vietnam yang berada di posisi ke-31. Hasil survei tersebut menunjukkan Singapura sebagai negara Asia dengan peringkat paling atas dalam hal kemampuan Bahasa Inggris. Setelah itu diikuti Malaysia dan Filipina yang termasuk 15 besar.

Menurut Juli, masyarakat Indonesia cenderung ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris seiring dengan program pemerintah Indonesia untuk meningkatkan investasi asing dan pembangunan ekonomi nasional.

“Sebuah studi menunjukkan bahwa tenaga yang mumpuni dalam kemampuan Bahasa Inggrisnya bisa meraih pendapatan lebih tinggi antara 30% hingga 50% dan sebanyak 42% direktur utama di Tanah Air kekurangan karyawan yang mampu berbahasa Inggris yang baik,” ungkapnya.

Loading...