Menu Sarapan Sehat Untuk Anak, Kaya Protein atau Glukosa?

  • Whatsapp
Sarapan Sehat - lifestyle.okezone.com
Sarapan Sehat - lifestyle.okezone.com

Sarapan merupakan salah satu aktivitas yang harus menjadi kebiasaan, tidak hanya untuk orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Pasalnya, dengan membiasakan diri melakukan sarapan dengan menu yang sehat, anak-anak dapat memperoleh energi utama bagi otak dan tubuh yang berguna untuk menunjang aktivitas mereka seharian.

“Terdapat hubungan nyata antara kebiasaan sarapan dengan kadar glukosa darah anak usia sekolah,” jelas dr. Ulul Albab, SpOG dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). “Glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak dan tubuh. Jika seseorang melewatkan sarapan, hal itu akan menyebabkan tubuh kekurangan glukosa atau kadar glukosa di bawah normal (hipoglikemia), pusing, gemetar, lelah, dan sulit berkonsentrasi.”

Bacaan Lainnya

Menurut data terbaru, yang dikutip dari Wartakota, sebanyak 44,6 persen anak usia sekolah dasar (SD) di Indonesia mengonsumsi sarapan dengan asupan energi kurang dari 15 persen kebutuhan harian. Sementara, sebagian besar anak usia sekolah di Indonesia menu sarapannya kekurangan serat dan zat gizi mikro (vitamin, mineral, protein).

“Akibatnya, gairah belajar akan turun, kecepatan reaksi menurun, serta kesulitan menerima pelajaran dengan baik,” sambung dr. Ulul. “Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat menghambat pertumbuhan anak yang bersangkutan.”

Lalu, menu apa saja yang wajib diberikan kepada anak untuk memenuhi sarapan sehatnya? Pada awal Juni 2017 lalu, seperti dilansir Boldsky, para peneliti mengatakan bahwa identifikasi makanan untuk anak sebenarnya tidaklah sulit. Cukup dengan asupan protein rendah karbohidrat sehingga dapat mencegah obesitas pada anak.

Menurut para peneliti, secara keseluruhan, kebutuhan kalori untuk anak-anak sekitar 1.500 sampai 1.800 kalori. Jadi, jika si anak hanya mengonsumsi 70 kalori lebih rendah, tentu akan menjauhkannya dari risiko obesitas yang berujung pada penyakit. “Mengonsumsi lebih banyak protein lebih baik dibandingkan karbohidrat,” tulis tersebut.

Sementara itu, di Belanda, hagelslag merupakan menu sarapan yang umum diberikan kepada anak-anak di tersebut. Hagelslag adalah roti tawar yang diolesi mentega atau margarine serta ditaburi chocolate sprinkle (lebih dikenal dengan nama meses). Uniknya, meski mereka diberi sarapan dengan makanan manis, tetapi anak-anak di Negeri Tulip tidak mengalami masalah obesitas.

Pos terkait