Menkeu Ajukan Perubahan Asumsi Makro Ekonomi 2017, Rupiah Naik 9 Poin

Jakarta – Nilai tukar pada Senin (18/7) ditutup menguat tipis 9 poin di posisi Rp 13.087/USD. Semula, Rupiah dibuka melemah 0,34% atau 45 poin di posisi Rp 13.141/USD, mengawali pekan ini. Hingga tiba saat jeda siang, Rupiah tercatat masih melemah 0,37% atau 49 poin di level Rp 13.145 per AS.

Rupiah baru mampu membalikkan posisi saat menginjak pukul 14.56 WIB. Nilai tukar Rupiah berbalik menguat tipis 0,06% atau 8 poin ke level Rp 13.088/USD. Sekitar 45 menit berselang, Rupiah tembus ke level teratas di posisi Rp 13.070 per Dolar AS. Meski begitu, gerak Rupiah terpantau masih acak hingga berakhir pada posisi Rp / USD.

Kepala Riset NH Securities Reza Priyambada mengatakan, penguatan Rupiah terhadap Dolar AS sebelumnya terhambat karena realisasi tax amnesty yang minim katalis.

“Sehingga membuat pergerakan rupiah bergantung pada keadaan khususnya BoE yang tetap mempertahankan tingkat suku bunganya,” ungkap Reza dalam risetnya.

Selain itu, kembali anjloknya pasca ekspektasi stimulus turut memperberat langkah Rupiah untuk menguat.

Sebaliknya, beberapa stimulus yang mendukung Rupiah datang dari Pemerintah melalui Keuangan Bambang Brodjonegoro yang mengajukan perubahan asumsi makro pada 2017.

Bambang mengatakan, Ekonomi Indonesia diperkirakan bisa tumbuh pada rentang 5,3-5,6%. Sedangkan sebelumnya, rentang pertumbuhan yang diasumsikan lebih lebar, yakni 5,3-5,9%.

Sedangkan untuk nilai tukar Rupiah, asumsi yang diajukan adalah Rp 13.300-13.600/USD. Sebelumnya, asumsi pemerintah adalah Rp 13.650-Rp 13.900/USD.

“Kurs, untuk range yang kami ajukan Rp 13.650-Rp 13.900/USD,” ungkap Bambang dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/7).

Loading...