Menjual Kebutuhan Sehari-hari, Bisnis Grosir Sembako Jadi Usaha Yang Tak Pernah Sepi Peminat

Grosir Sembako - grosirsembakobanten.blogspot.co.idGrosir Sembako - grosirsembakobanten.blogspot.co.id

Salah satu usaha yang tidak pernah sepi peminat adalah bisnis grosir . Hal ini karena yang yaitu , merupakan kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan seperti beras, gula, minyak goreng, kecap, susu dan lain-lain. Bisnis grosir dapat ditemukan di berbagai tempat. grosir biasanya diburu para pengecer karena di grosiran ini persediaan biasanya lebih lengkap dan harganya lebih murah.

Usaha grosir sembako jika dipadankan dengan usaha lain yang sejenis misalnya toko sembako, atau toko kelontong, maka kesempatan bisnisnya semakin luas dan target pasarnya. Usaha ini dapat dilakukan apabila mempunyai cukup modal, hal ini dikarenakan barangnya yang dijual disediakan dalam besar dan varian produknya juga beragam.

Agar bisnis grosir sembako dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan seperti lokasi yang strategis, menentukan pemasok barang, menyiapkan prasarana yang mendukung.

Bisnis grosir sembako apabila ditekuni dapat menjadi sebuah usaha yang berkembang, seperti yang dilakukan oleh Ermaya Fachrudin, pemilik CV Panorama, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang sembako. Menurut pemiliknya, perjuangan sebagai pengusaha sudah berjalan lebih dari 50 tahun. “Saya mulai ikut bisnis perpadian dengan orangtua sejak tahun 1946. Cita-cita saya dulu memang menjadi ekspor-impor. Sekarang alhamdulillah, bisa menjadi pemasok beberapa supermarket. Itu melalui jalan yang cukup panjang,” ujar Ermaya.

Pemilik CV Purnama tersebut berprinsip, jangan hanya berdagang dengan pedagang kelas atas, tetapi juga dengan pedagang kecil seperti pedagang tradisional. “ Itu ada unsur sosialnya, karena itu saya selalu belanja dari tangan pertama, agar nanti kalau dijual kembali tidak mahal,” tutur Ermaya.

Untuk dapat menjalankan bisnis di bidang sembako, ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu supaya bisnis ini dapat berjalan dengan baik, antara lain modal utama selain modal berupa uang adalah hubungan baik (kenal) dengan pedagang di , memperluas rekanan dengan sales distributor yang sering berkunjung ke .

Tempat yang strategis atau cukup luas memang menjadi salah satu pendukung berjalannya usaha grosir sembako, tetapi apabila belum memiliki atau menemukan tempat, maka bisa dijadikan sebagai tempat berjualan sementara.

Berjualan sembako diharuskan mempunyai persediaan awal seperti beras, gula, tepung terigu, gula jawa, telor, mie instan, dll. Ermaya menambahkan tips berjualannya yaitu, “Beri nilai lebih. Saya memberi nilai lebih dengan cara layanan antar, baik barang ataupun uang kembalian.”

Selain itu, usahakan harga jual sama atau lebih murah dari warung sekitar lokasi, lebih baik lagi jika harganya murah atau sama dengan pasar dekat lokasi berjualan. Untuk keuntungan, sebaiknya tidak mengambil keuntungan (laba) terlalu besar, tidak lebih dari Rp 1.000, hal ini dikarenakan penerapan prinsip kuantitas penjualan, sedikit laba tetapi penjualan tinggi. Sebaiknya juga menghindari membeli sembako yang sudah ditakar atau dikemas. Serta tidak lupa untuk rajin mengecek harga sembako, karena biasanya harganya dapat berfluktuasi setiap harinya.

Loading...