Menjadi Keramik Favorit Konsumen, Harga Granit Grand Royal 60×60 Masih Terbilang Terjangkau

harga, granit, grand, royal, 60x60, ukuran, cm, perusahaan, produsen, keramik, di, pasaran, indonesia, indopenta, sakti, teguh, lantai, rumah, biaya, administrasi, umum, rencana, target, kinerja, produksiIlustrasi lantai granit di kamar mandi (sumber: dekorrumah.net)

dari bahan sering dipilih sebagai atau lainnya. Tampilan granit dianggap menambah kesan mewah. Di pasaran Indonesia, ada granit dengan merek Grand Royal yang cukup dikenal. buatan PT Indopenta Sakti Teguh dan PT Indoagung Multikreasi Ceramic itu tersedia dalam beberapa ukuran seperti 40×40 cm, 30×30 cm, 20×25 cm, 20×20 cm, hingga 60×60 cm.

Untuk , masing-masing keramik berbeda ukuran itu juga dibanderol berbeda pula. Misalnya ukuran 60×60 rustic dijual sekitar Rp 75 ribu dan yang glossy dibanderol Rp 65 ribu. Mungkin itu masih dinilai terjangkau, tetapi kualitasnya sudah cukup baik. Anda bisa membelinya di toko bangunan atau melalui pembelian online.

Produsen keramik Grand Royal, PT Indopenta Sakti Teguh dinilai memiliki kinerja cukup memuaskan. Melalui kurang lebih 24 pusat distribusi yang mencakup pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, jangkauan lokal Indopenta dianggap bisa memposisikan mereknya sebagai favorit konsumen segmen menengah.

Selain memproduksi keramik, perusahaan itu juga memproduksi genteng. Dikarenakan kemampuan perusahaan melampaui target dalam hal kinerja dan jangkauan distribusi, menjadikan margin terhadap Harga Pokok Produksi (HPP) untuk keramik sebesar 14 persen.

Pencapaian itu didiskusikan oleh Ikin Solihin, Chief Financial Officer (CFO) yang menjabat. Ketika berbicara mengenai kontribusi CFO terhadap kemajuan perusahaan, Solihin menjawab,”Dengan tiga pilar strategi yang fokus pada management, kompetensi, dan dana saya berhasil membawa Grand Royal Ceramic Tiles menuju peningkatan margin dari HPP (harga pokok produksi) sebesar 14 persen dari sebelumnya,” ujar Solihin.

“Hal tersebut dipengaruhi oleh penurunan umum dan administrasi sebesar 3 persen sehingga bisa menaikkan profit lebih tinggi 3 persen dari sebelumnya. Sehingga implikasinya adalah perusahaan mampu saving sebesar Rp 19,3 miliar/tahun,” tambahnya.

Dalam menjalankan perusahaan, tentu ada beberapa kesulitan yang dihadapi. Berhubungan dengan hal itu, Solihin menjawab, “Beberapa hal yang paling sering saya hadapi adalah pergantian karyawan (ada yang datang ada yang pergi), tidak adanya finance manager di setiap anak perusahaan, karena hanya ada 1 finance manager di grup, dan itu bertanggung jawab untuk semua. Kemudian masih ada catatan lain lagi mengenai cash management dan product costing yakni masih dalam penanganan yang perlu ditingkatkan lagi,” tuturnya.

Dalam menjalankan perusahaan, tentu ada target ke depan yang akan dipenuhi oleh perusahaan. “Berbicara mengenai rencana ke depan, perusahaan akan lebih berfokus ke dalam hal transaksional, performa manajemen keuangannya, serta model operasionalnya. Ditambah lagi dengan pembangunan pabrik di beberapa region. Pembangunan itu dimaksudkan untuk mendongkrak kapasitas produksi sehingga pendapatan perusahaan bisa meningkat,” kata Solihin.

Loading...