Menjadi Bahan Racikan Parfum, Harga Minyak Gaharu Asli Dijual Hingga Ratusan Juta Rupiah

Minyak Gaharu - (Sumber: minyakgaharuasli.blogspot.com)Minyak Gaharu - (Sumber: minyakgaharuasli.blogspot.com)

Parfum atau minyak wangi, menurut tradisi orang Arab, dapat diracik sendiri sehingga dapat memberikan kepuasan tersendiri. Di Arab, bibit parfum diramu untuk memperkuat aromanya supaya lebih tahan dengan iklim panas di negara tersebut.

“Minyak (kayu) gaharu dan cendana dari Indonesia termasuk bahan terpenting untuk racikan parfum di Timur Tengah. Kebiasaan meramu parfum ini pun terbawa di kalangan warga keturunan Arab di Indonesia,” kata salah satu pemuka Arab, Alwi bin Ali bin Muhammad Al Haddad.

Minyak gaharu yang diklaim asli/murni dijual mulai US$ 315,00-325,00 per gram atau setara dengan Rp 4.237.606-4.372.134. Ada pula yang menjual minyak gaharu dalam per kilogram yang dihargai US$ 10.000-12.000kg (Rp 134.526.763-161.432.116). Tetapi, ada pula yang menjual minyak gaharu yang diklaim asli dari Papua dengan harga Rp 680.000 untuk 3ml.

Minyak tersebut bahan bakunya adalah pohon gaharu, yang merupakan tanaman asli Indonesia, yang juga berpotensi ekspor. Tetapi, ekspor gaharu kini sedang mengalami penurunan. Salah satu faktornya adalah eksportir kesulitan untuk mencari kayu gaharu dengan kualitas bermutu tinggi.

Meski permintaan sedikit, produksi gaharu yang berkualitas tidak terlalu banyak. “Jika diasumsikan 100%, kayu gaharu berkualitas tinggi hanya sekitar 3%-5% saja,” terang Mashur, Ketua Umum Asosiasi Gaharu Indonesia (Asgarin).

Selama ini, daerah penghasil gaharu terbanyak antara lain di Kalimantan Timur, Papua, dan Sumatera. Gaharu Indonesia dalam bentuk serpihan (chips), block, serbuk (powder), dan minyak.

Selain wujud padat, gaharu juga diekspor dalam wujud minyak hasil suling. Minyak gaharu memiliki harga jual yang sangat mahal yakni Rp 1 juta hingga Rp 5 juta per 1 tola atau setara 12 gram.

Mashur menjelaskan, produsen gaharu di negara-negara Timur Tengah mencampur bahan gaharu dari berbagai negara sehingga menjadi aroma baru. Setelah melalui proses pencampuran ini, baru diekspor ke Eropa.

Hal tersebut yang mungkin mendasari Dinas Kehutanan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengajak 27 kelompok tani untuk mengembangkan pohon gaharu. “Kita sudah melakukan sosialisasi tentang tanaman pohon Gaharu kepada 27 kelompok tani Pujud. Ini dalam upaya pemerintah mengubah pola pikir masyarakat petani tradisional menjadi petani modern,” ujar Kadishut Rohil, Rahmatul Zamri melalui Kabid Produksi, Auzar.

Diterangkan, pohon gaharu baik yang asli dari maupun saat ini di Indonesia hanya tinggal sekitar 1.200 hektar. Di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dan kalimantan Barat (Kalbar) jumlah tanaman pohon gaharu semakin menurun dikarenakan pedagang dari daratan China banyak yang memburu tanaman tersebut tanpa dilakukan penanaman kembali.

“Makanya kita bertekad menjadikan masyarakat rohil yang cerdas untuk melihat peluang besar ini,” kata Auzar. Menurut mantan Kabid Kependudukan Rohil tersebut, harga satu batang pohon gaharu dapat mencapai angka Rp 25 juta.

Tingginya jual pohon gaharu karena manfaatnya banyak dan mampu menghasilkan -produk berkualitas tinggi dan mewah seperti parfum, aromaterapi, sabun, body lotion, minyak gaharu, kerajinan gaharu dan juga untuk obat-obatan.

Loading...