Menjadi Alternatif ASI, Apakah Susu Formula Bayi Yang Paling Mahal Adalah Pilihan Terbaik?

susu, bayi, paling, mahal, merek, harga, ASI, air, ibu, formula, pemberian, tubuh, sistem, diterima, Enfamil A+, Neocote Gold, eksklusif, nutrisi, tumbuh, baik, asupan, reaksi, fungsiIlustrasi produk-produk susu di pasaran (www.cnn.com)

Memiliki merupakan sebuah peran baru bagi orang tua. Selain memerhatikan bayi, seperti pakaian, popok, perlengkapan mandi, dan lainnya, orang tua tentu juga ingin memberikan asupan terbaik.

Asupan nutrisi bagi bayi didapatkan dari . yang dapat diberikan bisa berupa formula atau ASI (Air ). Bagi yang mungkin tidak bisa mencukupi kebutuhan ASI kepada bayinya, memilih susu formula sebagai alternatifnya.

Pandangan beberapa orang mengenai susu formula yang baik adalah dilihat dari harganya yang mahal. Misalnya, Susu Enfamil A+ kemasan 1800 gram untuk bayi usia 0-6 bulan. Harganya terbilang paling mahal di antara susu formula lainnya, yaitu sekitar Rp 612 ribuan. Alternatif lainnya yaitu Neocote Gold 400 gram yang dijual kisaran harga Rp 330.000.

Tetapi, apakah susu bayi dengan harga paling mahal memang pilihan terbaik? Susu bayi yang paling bagus bukan ditentukan dari merek, apalagi harganya yang mahal. Susu formula bisa dikatakan baik apabila susu tersebut sesuai dan bisa diterima oleh sistem tubuh .

Susu terbaik tidak akan menimbulkan berbagai masalah bagi si kecil. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak tentunya berbeda. Hal tersebut tergantung dari tubuh bayi masing-masing. Sehingga, pertimbangan utama yang disarankan dalam pemilihan susu terbaik adalah susu yang sesuai dengan anak, dan tidak mengakibatkan reaksi yang mengganggu fungsi organ tubuhnya.

Susu formula bayi biasanya diberikan ketika si kecil berusia 0-6 bulan. Pemberian susu formula dilakukan pastinya dikarenakan beberapa alasan. Lalu, bagaimana pendapat dokter mengenai hal tersebut?

“Usia 0-6 bulan berikan hanya ASI, ASI eksklusif. Jangan juga berikan air putih. Sufor (susu formula) paling mahal juga tidak bisa menggantikan ASI,” pesan dr Attila Dewanti, SpA. Ia juga pernah mendengar mengenai saran pemberian pisang pada saat bayi berusia 3 bulan.

“Jika Anda mendengar saran itu, tolong diabaikan. Karena bayi usia 3 bulan belum membutuhkan pisang. Sudah, ASI saja. ASI sudah yang paling baik,” tambahnya.

Tentang pemberian ASI, Menkes Nila F Moeloek beberapa waktu lalu mengatakan ada kenaikan jumlah prevalensi ibu menyusui yang berdasarkan hasil studi Lancet Breastfeeding Series sudah mencapai 65 persen. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Pemberian ASI secara langsung tidak hanya menghemat waktu karena tidak perlu sibuk menuang dan mengaduk susu, tapi juga turut menciptakan generasi muda yang berkualitas dengan mental yang baik.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mengungkapkan ASI bermanfaat membuat tubuh si kecil lebih mudah melawan virus, terhindar dari alergi dan sakit, serta mampu meningkatkan IQ anak. ASI telah menyediakan hampir semua nutrisi yang dibutuhkan untuk bayi agar kembangnya baik.

Loading...