Meningkatnya Permintaan China Picu Reli Kenaikan Harga Komoditas

TOKYO – Harga sejumlah komoditas di pasar internasional merangkak naik seiring meningkatnya dari China. Di samping itu, kenaikan harga sejumlah komoditas juga dipicu prediksi kebijakan pemotongan pajak dan AS usai terpilih sebagai presiden Paman Sam yang baru.

Reli ini terlihat mencolok untuk komoditas nonferrous ketika harga tembaga di London Metal Exchange mencapai sekitar 5.850 AS per ton pada penutupan Kamis (24/11) waktu Jepang. Kenaikan ini menandai lonjakan 25 persen dibandingkan Oktober sekaligus menjadi yang tertinggi dalam 17 bulan terakhir.

Selain itu, harga aluminium juga naik mengantisipasi permintaan infrastruktur yang lebih di tinggi di China dan Amerika Serikat, dengan harga LME mencapai level tertinggi dalam 18 bulan. Sementara, harga karet diprediksi juga akan melambung didorong ekspektasi kenaikan penjualan mobil di pasar AS.

Di sisi lain, harga bijih besi mendekati angka 80 per ton pada pertengahan November, meningkat 70 persen dibandingkan awal tahun. Permintaan baja padat dan mentah di China meningkat seiring inisiatif pemerintah setempat untuk membangun infrastruktur dan sarana lalu lintas. Pengembangan real estate yang makin aktif juga mendorong permintaan yang solid untuk bahan bangunan.

Sementara itu, harga batubara telah mencapai 300 dolar AS per ton dan mendekati level tertinggi di tahun 2011 lalu. Harga komoditas ini telah meningkat sebanyak empat kali sejak awal tahun didorong oleh berkurangnya produksi serta operasi tambang yang diperlakukan oleh pemerintah China di musim semi, selain turunnya pasokan akibat kecelakaan tambang di Australia.

Harga minyak mentah berjangka di pasar New York juga naik lebih dari 10 persen imbas harapan akan menyetujui pengurangan produksi pada pertemuan 30 November. Sementara, The Thomson Reuters Core Commodity CRB Index berada di angka 187,69 pada Rabu (23/11), naik lebih dari tujuh poin sejak pertengahan November dan Nikkei International Commodity Index naik lebih dari 10 poin sejak akhir Mei.

Loading...