Menguat di Awal Dagang, Rupiah Disokong Faktor Global

Kans rupiah untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan (16/8) masih cukup terbuka. Sejumlah faktor , seperti kenaikan harga mentah dunia dan rilis inflasi AS yang diperkirakan melambat, bakal menjadi penyokong pergerakan Garuda.

Menurut Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka menguat tipis 5 poin atau 0,04% di Rp13.085 per dolar AS. Lalu, pada pukul 08.42 WIB, mata uang Garuda kembali menguat 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.087 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS juga terpantau naik tipis 0,021 poin atau 0,02% ke posisi 95,650 di awal dagang.

“Rupiah berpeluang menguat pada hari ini dipicu faktor global,” ungkap Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Spekulasi pembatasan produksi minyak mentah oleh OPEC yang semakin mencuat mendorong penguatan harga minyak hingga dini hari tadi.”

Sementara dari sisi , ditambahkan Rangga, di pasar saham di tengah penguatan bursa regional menandakan adanya masalah domestik yang terkait neraca perdagangan. “Namun, pertumbuhan dan impor yang lebih disebabkan faktor musiman,” sambung Rangga.

Adapun Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan bahwa dukungan rupiah datang dari angka neraca perdagangan Juli 2016 yang mencatatkan surplus 598,3 juta dolar AS. Meski angka itu turun dibandingkan bulan sebelumnya, namun surplus perdagangan sejak Januari hingga Juli menjadi 4,17 miliar dolar AS. “Rupiah akan menguat terbatas di rentang Rp13.070 hingga Rp13.150 per dolar AS,” katanya.

Loading...