Menguat di Awal Dagang, Hari Ini Rupiah Masih Rawan Terkoreksi

Jakarta – Nilai tukar dibuka menguat 12 poin atau 0,09 persen ke level Rp 13.045 per pada awal pagi hari ini, Kamis (3/11). Sebelumnya, mata uang Garuda berakhir 10 poin atau 0,08 persen ke Rp 13.057 per .

Para pelaku masih mengantisipasi hasil pertemuan yang bakal dilaporkan pada Kamis (3/11) dini hari waktu Indonesia yang dapat membatasi pergerakan rupiah. Sementara itu indeks dolar AS masih melemah usai memutuskan untuk membuka kemungkinan menaikkan suku bunga tahun ini. Di samping itu, juga masih khawatir terkait ketidakpastian hasil pilpres di AS yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 November 2016 mendatang.

Meskipun rupiah dibuka menguat hari ini, pasar uang , Reny Eka Putri mengatakan bahwa rupiah masih rentan terkoreksi karena investor akan lebih memilih melindungi aset dan melepaskan aset berisiko, termasuk rupiah.

Hal itulah yang menjadi salah satu alasan dolar AS masih akan tetap berjaya di pasar spot karena sebagian besar investor menganggapnya sebagai safe haven. “Hanya saja pelemahan rupiah terbatas karena fundamental domestik cukup kuat,” papar Reny.

Salah satu faktor yang mampu mempertahankan nilai rupiah adalah inflasi Oktober yang hanya sebesar 0,14%. Research & Analyst Monex Investindo Futures, Faisyal menuturkan jika anjloknya minyak mentah dunia secara signifikan juga berimbas negatif bagi rupiah.

Pasar juga mengantisipasi kondisi politik dalam negeri yang akan menahan laju rupiah. “Pasar tentu waspada akan aksi demonstrasi yang dijadwalkan Jumat (4/11) ini, imbasnya negatif bagi rupiah,” papar Faisyal.

Loading...