Menguat 44 Poin di Pembukaan, Rupiah Disokong Naiknya Harga Minyak dan Sentimen Domestik

Kans untuk terus menguat pada Kamis (9/6) ini diprediksi masih akan terus terjaga. Ini seiring harga minyak yang terus naik, masih melemahnya indeks dolar AS, serta naiknya Indeks Keyakinan Mei 2016 dari dalam negeri.

Menurut Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 44 poin atau 0,33% di level Rp13.225 per dolar AS. Kemudian, Garuda kembali naik 34 poin atau 0,26% ke posisi Rp13.235 per dolar AS pada pukul 08.18 WIB. Sementara, indeks dolar AS terpantau 0,083 poin 0,09% ke level 93,507 pada pukul 06.56 WIB.

“Ruang penguatan rupiah masih tersedia jika melihat sentimen yang ada,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Dari domestik, naiknya Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2016 membuka peluang yang lebih baik pada kuartal II 2016.”

Selain itu, sambung Rangga, pembahasan RAPBN-P yang cukup lancar antara dan DPR juga mengangkat optimisme penyelesaian tax amnesty yang tepat waktu. “Sementara dari global, data tenaga kerja AS kembali buruk sehingga membuat indeks dolar AS terus tertekan,” lanjutnya.

“Harga minyak juga terus menguat di tengah berbagai isu yang berpeluang mengurangi pasokan minyak mentah global,” tambah Rangga. “Malam nanti ditunggu initial jobless claims AS yang diperkirakan naik.”

Senada, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka, Tonny Mariano, mengatakan bahwa koreksi rupiah pada perdagangan Rabu (8/6) kemarin lebih karena aksi profit taking pelaku yang memanfaatkan tingginya level mata uang Garuda. “Apalagi, data internal tidak sepenuhnya mendukung rupiah,” ujarnya

“Hari ini, rupiah diramal akan bertahan di bawah level Rp13.300 per dolar AS seiring indeks kepercayaan konsumen Indonesia pada Mei 2016 yang membaik,” sambung Tonny. “Selain itu, arus masuk dana asing yang cukup deras, yaitu mencapai Rp7,9 triliun hingga minggu pertama Juni 2016, juga akan menjadi katalis bagi rupiah.”

Loading...