Menguat 2% dalam sehari, Rupiah Memimpin Penguatan mata uang Asia

percetakanuang-peruriDalam sepekan terakhir, tampil sebagai primadona dengan berhasil melonjak hingga 8% terhadap AS. Bahkan, Rupiah mampu melesat sebanyak 2% hanya dalam sehari pada hari Jumat lalu (11/10) dimana mata uang Asia lainnya hanya mampu menyentuh angka penguatan 1%.

“Rata-rata return nya memang sudah cukup tinggi, sepekan sudah naik sekitar 8%. Penguatan Rupiah ini cukup signifikan, kita tertinggi dibanding negara-negara Asia. Mereka (mata uang Asia lain) paling ()3%, kita (Rupiah) bisa di atas 5%,” ujar Supriyadi, Analis OSO Securities, kemarin (10/10).

(BI) mengaklaim bahwa penguatan ini merupakan imbas positif dari rilis paket kebijakan jilid ke-3 yang direspon dengan baik oleh pasar. Meski begitu, hasil rilis data pekerjaan AS yang berada di bawah ekspektasi juga dianggap sebagai faktor yang cukup dominan.

Sebagai catatan, Rupiah mulai menunjukkan keperkasaannya sejak perdagangan awal minggu pada hari Senin (5/10), Rupiah naik hingga 70 poin di level Rp 14.565/USD (Yahoo ). Di hari yang sama, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Rate () Bank Indonesia menyebutkan bahwa Rupiah melejit hingga 288 poin, dari yang semula berada di level Rp1 3.809/USD menjadi Rp 13.521/USD. Terakhir, Rupiah menutup pekan ini dengan catatan manis. Mata uang Garuda pada hari Jumat lalu (9/10) terapresiasi hingga 388 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp 13.950/USD.

Loading...