Menggunakan Peluru Kaliber 6mm, Harga FN Baby 1000 FPS Sekitar Rp 5 Jutaan

harga, FPN, baby, 1000, FPS, senjata, api, pistol, peluru, kaliber, tes, kesehatan, psikologi, ketat, kepolisian, pemilik, keterampilan, menembak, karet, hampa, pemerintah, pengusaha, laras, panjang, pendekFN Baby fps 1000 (sumber: Bukalapak)

Demi meningkatkan kemampuan dan profesionalitas prajurit, jajaran Komando Lintas Laut (Kolinlamil) melaksanakan bongkar pasang senjata laras panjang jenis SS1 dan laras pendek pistol jenis FN, P2 dan Sig Sauer, di lapangan M. Silam, Mako Kolinlamil, Jakarta.

Menurut Komandan Detaseman Markas (Denma) Kolinlamil Letkol Laut (P), Jan Lucky Boy Siburian, latihan bongkar pasang senjata ini merupakan salah satu agenda rutin dalam program kerja Pembinaan Latihan (Binlat) Triwulan (TW) ke-3.

“Dalam latihan ini, untuk perwira pertama melaksanakan bongkar pasang senjata laras pendek jenis pistol FN, sedangkan personil bintara dan tamtama melaksanakan bongkar pasang senjata laras panjang jenis SS-1,” jelas Jan Lucky Boy Siburian, pamen melati dua di pundak tersebut.

Setelah dilaksanakan latihan bongkar pasang senjata lanjutnya, para personel Kolinlamil akan melanjutkan pembinaan latihan menembak dengan senjata laras panjang maupun laras pendek di lapangan tembak Marinir Cilandak.

“Pada satu triwulan, untuk prajurit strata bintara dan tamtama akan mendapat porsi latihan rutin dengan menggunakan senjata laras panjang jenis SS-1 dan M.16 kaliber 5,56 mm, sementara untuk strata perwira selain laras panjang juga latihan dengan menggunakan pistol jenis P2, FN dan jenis lainnya,” jelasnya.

Salah satu senjata yang digunakan untuk mengasah kemampuan prajurit adalah jenis FN. Di pasaran, benda tersebut , yaitu seri FN Baby 1000 FPS. jualnya sekitar Rp 5 jutaan. Seri tersebut dinilai mampu mengeluarkan suara menggelegar dengan peluru kaliber 6mm.

Warga sipil memang boleh memiliki senjata api sebagai alat pertahanan diri, tapi harus sesuai dengan ketentuan dan syarat yang tidak mudah. Senjata api bisa digunakan untuk perlindungan diri dari aksi kejahatan karena semakin maraknya kejahatan dengan senjata api.

Namun, ada aturan menggunakan senjata api. Meskipun dibolehkan, warga sipil tidak boleh menggunakannya jika tidak dibutuhkan. Meski demikian, jika Anda ingin tetap memiliki senjata api maka harus melalui ketat dari pihak kepolisian. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol yang saat itu menjabat, Rikwanto.

Kombes Rikwanto mengatakan bahwa masyarakat sipil memang diperbolehkan untuk memiliki senjata api. Tetapi, proses memiliki benda berbahaya itu harus melalui proses yang ketat.

“Masyarakat sipil yang ingin memiliki senjata api hanya golongan tertentu saja. Seperti direktur utama, menteri, pemerintahan, pengusaha utama, komisaris, pengacara, dan dokter. Kami juga akan menguji dari tes psikologi, tes kesehatan. Calon pemilik minimal selama tiga tahun memiliki keterampilan menembak,” ujar Rikwanto.

Tidak hanya sampai di situ, lanjut Rikwanto, calon pemilik juga harus secara resmi mendapatkan surat dari instansi, atau kantor yang bertanggung jawab atas kepemilikan senjata api.

“Kalau semua lulus, nanti pemakaian senjata api tersebut hanya untuk membela diri saja. Senjata api yang diizinkan, yaitu senjata api peluru tajam, peluru karet dan peluru hampa,” tambahnya.

Loading...