Mengelola Berbagai Jenjang Pendidikan, Biaya Masuk Pesantren Hidayatunnajah Mulai Rp 700 Ribu

biaya, masuk, pesantren, pondok, hidayatunnajah, jenjang, PAUD, TK B, SD, kelas, 2, 6, sekitar, Rp 700 ribu, Rp 1,2 juta, Rp 1,7 juta, MTs/MA, ponpes, peran, akhlak, sikap, etika, norma, wilayah, Bekasi, tahun, 2018, November, Februari, islamic, boarding, schoolPesantren Hidayatunnajah (hidayatunnajah.or.id)

Pesantren (Islamic Boarding School) Hidayatunnajah adalah pusat kegiatan Pendidikan Formal dan non formal yang dikemas dalam format pesantren. Di tahun 2018 ini, pesantren tersebut membuka penerimaan baru untuk jenjang PAUD, TK, SD, hingga MTs/MA. Jadwalnya dimulai dari bulan November 2017 hingga Februari 2018.

Pada saat ini, memang mengelola TK Islam Annajah, SD Islam Annajah, MTs Annajah, M.A Annajah (MTs-MA terintegrasi dengan TMI – Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al-Islamiyah), Sekolah Tinggi HN, Diploma 2 I.M (I’dad Muhafizhat) dengan total seluruh civitas akademika lebih kurang 1.500 santri, dan sejumlah dan karyawan, serta beberapa lokasi binaan yang tersebar di beberapa wilayah.

Untuk masuk pesantren tersebut, dibedakan berdasarkan masing-masing jenjang. untuk jenjang PAUD, TK B sekitar Rp 700 ribu, SD 2 sampai 5 sekitar Rp 1,2 juta, SD 6 sekitar Rp 1,7 juta, dan lainnya. Informasi detail mengenai dapat Anda tanyakan kepada pihak pesantren.

Dengan biaya tersebut, para santri baik putra maupun putri sudah dapat menikmati fasilitas yang disediakan pihak pesantren seperti lab komputer, perpustakaan, ruang kelas, aula, dan juga tempat ibadah.

Beberapa waktu lalu, santri dari Pesantren Hidayatunnajah Bekasi mengikuti Festival Huffazh Pelatihan dan Lomba Menghafal QS Al Mulk di Masjid Agung At Tin TMII, Jakarta Timur. Walaupun tidak meraih juara pertama, tetapi Muhammad Zain, peserta dari pesantren tersebut meraih posisi keempat.

Acara tersebut diikuti sekitar 1.000 orang dari seluruh daerah di Tanah Air. Penyisihan dilaksanakan dalam dua babak, di mana peserta dibagi menjadi 12 saff yang masing-masing saffnya terdiri dari 80-90 peserta. Hingga memasuki sesi final, hanya tersisih 24 finalis saja.

Peserta yang terlibat dalam acara tersebut merasa antusias. Seperti yang dikatakan oleh Rahmat Firdaus, peserta asal Samarinda, Kaltim. “Sebuah rezeki besar kami bisa hadir di sini hari ini, mengikuti pelatihan menghafal yang menggunakan gerakan anggota dan hati. Semoga acara-acara selanjutnya bisa ikut lagi.” katanya.

Sementara itu, keberadaan membawa peran tersendiri, setidaknya hal tersebut menurut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Beliau mengatakan bahwa pesantren merupakan pendukung utama dalam pembangunan karakter bangsa.

“Hal-hal yang berkaitan dengan akhlak, sikap, perilaku, etika, nilai-nilai, norma-norma, itu ada dan dibangun sangat baik di pondok pesantren,” ujarnya. Presiden juga menambahkan bahwa pesantren memang memerlukan perhatian dari , terutama dari segi fasilitas.

“Setiap ke daerah, saya selalu berkunjung ke satu hingga tiga pondok untuk melihat secara langsung. Problem-problem banyak disampaikan oleh kiai pimpinan pesantren. Ini semakin memperbanyak dan memperkuat pemahaman kita mengenai masalah di ponpes,” lanjut Presiden.

Loading...