Mengalami Peningkatan Sejak Februari 2018, Harga Kayu Kamper Per M3 Sekitar Rp 7 Jutaan

Indonesia, kayu, pohon, D aromatica, kamper, champor, wood, dijual, ukuran, satuan, per, m3, kubik, meter, harga, bervariasi, mulai, dari, juta, penjualan, jenis, Kalimantan, Sumatra, punah, spesies, Februari, 2018Kayu kamper (kayubekisting.com)

Di Indonesia, terdapat berbagai macam , salah satunya adalah kamper atau champor wood. tersebut telah dikenal di dunia sebagai yang berkualitas.

Karakteristik dari kayu kamper dapat dilihat dari warnanya. Warna kayu dinilai mirip dengan kayu mahoni meskipun ada beberapa variasi. Secara umum, warna kayunya adalah coklat muda. Sedangkan, warna lainnya yang juga sering ditemui adalah kemerahan, abu-abu, dan hijau olive. Pola serat tampak lurus hingga bergelombang, sedangkan teksturnya terasa agak kasar ketika diraba.

Kayu kamper dijual dalam berbagai ukuran dan satuan per m3 (per meter kubik). Harga kayu kamper per m3nya bervariasi, ada yang menjual mulai dari Rp 4,5 juta, Rp 7,5 juta, atau Rp 8 juta.

Pada awal tahun 2018 ini, harga kayu dinilai meningkat, seiring dengan meningkatnya fisik sehingga kebutuhan kayu juga meningkat. Harga kayu terutama kruing dan kamper mengalami peningkatan sejak awal Februari 2018. “Sebelumnya kayu kruing kami jual Rp 6,8 juta sedangkan kayu kamper Rp 7 juta per kubik. Kayu kruing paling laku di pasaran,” ungkap pemilik toko bangunan Catur Jaya, di Jalan Gatot Subroto Barat Denpasar, Sriyani.

Ia mengatakan bahwa kayu jenis kruing dan kamper yang dijualnya berasal dari Kalimantan. Pasokan disalurkan oleh supplier dari Surabaya, sedangkan kayu jenis albasia dipasok secara lokal. Pasokan dianggap masih lancar, hanya saja penjualannya agak lesu.

“Stok kayu kami masih banyak. Pasokan tetap lancar bahkan kami stop sementara karena permintaan agak lesu saat ini. Mungkin karena masih musim hujan sehingga banyak yang menunda pembangunan,” tambah Sriyani.

Khusus untuk kayu kamper, berdasarkan laporan penelitian di tahun 2017 lalu, disebutkan bahwa di pantai barat Sumatra, saat ini, pohonnya hanya bisa dijumpai di beberapa spot hutan yang tersisa di Subulussalam, Aceh Singkil, dan Barus.

“Di Indonesia, jenis D. aromatica sudah jarang ditemukan dan saat ini hanya dijumpai di Kepulauan Riau dan ketiga lokasi yang disebut sebelumnya,” ungkap Aswandi dan Cut Rizlani Kholibrina, penulis studi. Penelitian tersebut dilakukan di bawah naungan Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kelangkaan dan terancam punahnya spesies tanaman pohon kayu kamper (Dryobalanops aromatica/D aromatica) diakibatkan oleh penebangan yang tidak terkendali untuk mendapatkan kristal kapur di dalamnya. Padahal kandungan kapur dalam setiap pohon tidak sama, bahkan terkadang sangat kurang atau tidak ada. Ancaman lainnya diakibatkan oleh kerusakan hutan dan kebakaran hutan serta konversi lahan menjadi kebun kelapa sawit.

Penurunan pada habitat alaminya mengakibatkan D aromatica dimasukkan dalam daftar merah spesies terancam punah IUCN dengan status Kritis (Critically Endangered). Status ini merupakan status keterancaman dengan tingkatan paling tinggi sebelum status punah.

Loading...