Menerima Anak Berkebutuhan Khusus, Berapa Biaya Sekolah di Alam Insan Mulia Surabaya?

biaya, sekolah, alam, insan, mulia, surabaya, saim, sd, jenjang, konsep, pendidikan, jawa timur, tugas, proyek, guru, calon, siswa, baru, didik, orang tua, wawancara, tes, psikologi, informasi, email, kebutuhan, khususIlustrasi: kegiatan belajar di alam

Jika biasanya identik dengan seragam dan kegiatan mengajar di kelas, mungkin sekolah yang satu ini agak berbeda. Namanya Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM). Lokasinya ada di Jalan Medokan Semampir Indah, Kota , Jawa Timur.

Konsep pendidikan di SAIM adalah lembaga pendidikan berbasis agama, dirancang tidak membebani yang diwujudkan dalam tiga konsep pembelajarannya yaitu integrated learning, joyful learning, dan cooperatif learning.

Selain itu, SAIM juga berkomitmen untuk menjadi tempat belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus seperti autisme, hiperaktif, gangguan pendengaran, dan beberapa keistimewaan lainnya.

Untuk penerimaan siswa baru, SAIM memiliki beberapa jenjang pendidikan antara lain play group (PG), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Syarat dan ketentuan untuk calon siswanya beragam, mulai dari batasan , kelengkapan , dan hasil uji bebas narkoba, ijazah, rapor untuk jenjang tertentu.

Untuk sekolahnya, di situs resmi saim.sch.id, Anda mungkin belum bisa mendapatkan informasi nominal biayanya. Pihak SAIM hanya memberikan pilihan akan membagi informasi ke berbagai media, misalnya email, Twitter, Facebook, dan lainnya.

Sebagai gambaran, menurut pengalaman salah satu orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya di SAIM mengatakan bahwa beberapa tahun lalu, biaya masuk di Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya jenjang TK sekitar Rp 8 jutaan lebih. Biaya itu termasuk biaya gedung, daftar ulang, pendaftaran, SPP, dan seragam. Tentu saja, biaya itu bisa berubah nominalnya dari tahun ke tahun, dan berbeda di setiap jenjang sekolahnya.

Sementara itu, bagi calon siswa SD SAIM, ketika Penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) berlangsung, mereka harus mengikuti observasi. Tidak hanya calon siswa, tetapi orang tua siswa juga mengikuti tes psikologi dan wawancara.

“Jadi, siswa dan orangtua langsung ditangani oleh psikolog. Khususnya orang tua, mereka harus mengikuti tes menggambar dan wawancara langsung dengan psikolog sekolah,” jelas Wakil Kepala SD SAIM, Ahmad Muhibullah SPd.

Alumnus Pendidikan Matematika Unesa tersebut menambahkan, tes terhadap orang tua siswa dilakukan untuk mengetahui apakah orangtua tersebut memiliki visi dan misi yang sama dengan sekolah atau tidak.

“Selain itu, pihak sekolah bisa mengetahui pola asuh yang dilakukan orangtua terhadap calon siswa dan mengetahui apakah orangtua bisa bekerjasama dengan sekolah atau tidak,” ujar Ahmad.

Menurutnya, peran keluarga dalam kesuksesan pendidikan siswa itu sangat besar. “Dengan terbentuknya kerjasama orangtua dan sekolah, insya Allah perkembangan pendidikan siswa akan lebih optimal,” tutur ayah satu anak tersebut.

Untuk proses belajar di SD SAIM, kegiatan di SD tersebut lebih menekankan kepada kegiatan praktik. Para pengajar memberikan tugas berupa proyek agar dikerjakan oleh siswa. Biasanya, tugasnya berupa pengamatan dan penelitian secara langsung. “Nanti mereka menulis pengamatannya di kertas laporan,” kata guru kelas VI SAIM, Abdul Rosid.

Loading...