Menerapkan Dwi Bahasa, Berapa Biaya Masuk di SMA Pribadi Bilingual Boarding School Bandung?

biaya, masuk, sma, pribadi, bilingual, boarding, school, bandung, sd, smp, ketentuan, pembayaran, nominal, ujian, nasional, turki, ajaran, nasional, kurikulum, pendidikan, uang, pangkal, formulir, asrama, dwi, bahasaSiswa sedang praktik di laboratorium

Dengan yang menerapkan dwi bahasa, yaitu Bahasa dan Bahasa Inggris, sekolah Pribadi Boarding School Bandung dianggap berbeda dari sekolah atau lembaga lain.

Selain itu, yang diajarkan menggunakan nasional yang diperkuat oleh Cambridge International School. Penilaian terhadap siswa disesuaikan dengan standar yang berorientasi pada internasional. Sekolah membuka pendidikan di tiga jenjang, yaitu SD, SMP, dan .

Melalui situs resminya, pribadibandung.sch.id, ketentuan mengenai biaya masuk/sekolahnya terdiri dari formulir, uang pangkal sekolah, uang pangkal asrama, SPP sekolah, SPP asrama, dan makan siang. Khusus bagi siswa kelas 12 SMA, nantinya diharapkan tinggal di asrama untuk pemantapan persiapan Ujian Nasional dan masuk perguruan tinggi.

Mengenai biaya masuknya, pihak Pribadi Bilingual Boarding School memberikan informasi mengenai ketentuan pembayaran dan diskon, bukan nominalnya. Misalnya, untuk uang pangkal sekolah yang dibayarkan di awal tahun ajaran. Lalu, untuk SPP sekolah dibayarkan per bulan selama 10 bulan. Ketentuan untuk masing-masing jenjang berbeda.

Apabila Anda ingin daftar sekolah atau membutuhkan informasi lebih lanjut, bisa menghubungi pihak sekolah atau bisa langsung mendatangi sekolah di alamat Jalan PH.H.Mustofa nomor 41, Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sekolah Pribadi Bilingual Boarding School beberapa waktu lalu pernah dikaitkan dengan pemberitaan tentang ajaran Fethullah Gulen oleh Turki. Kepala Sekolah SMP dan SMA setempat, Ahmad Fauzi membantah kabar keterkaitan sekolahnya dengan Gulen.

Ahmad mengatakan bahwa Yayasan Pribadi sudah tidak lagi berhubungan dengan Turki. Ia mengakui pihaknya pernah bekerja sama dengan sejumlah pihak di Turki, Namun, sejak tahun 2014, hubungan kerja sama itu sudah terputus.

“Kalau dianggap ada kaitannya, sudah tidak ada. Kita berada di bawah Yayasan Pribadi Bandung. Mou dengan Turki sudah selesai sejak 2014,” kata Ahmad Fauzi.

Menurutnya, pemutusan hubungan kerja sama antara sekolah dengan Turki dikarenakan telah beralih menjadi Yayasan Pribadi sejak tahun 2014. Seiring dengan pergantian pengelola yayasan, secara otomatis hubungan dengan negara Turki sudah berakhir.

Ahmad juga membantah kabar mengenai adanya penanaman paham radikalisme dalam proses belajar mengajar di Sekolah Pribadi Bilingual Boarding School. “Kalau tudingan teroris itu kami tolak, dan tidak kami benarkan. Kami mengajarkan nasionalisme ke bidang sekolah yaitu dengan membangun rasa toleransi tinggi karena siswanya tidak hanya satu agama saja,” jelasnya.

Kabar yang berkaitan dengan Turki tersebut membuat sekolah Pribadi Bilingual dan beberapa sekolah lainnya terancam ditutup. Namun, Pemerintah Indonesia menolak penutupan sekolah.

Seperti yang dilakukan Ridwan Kamil, wali kota Bandung. “Ya kan sekolah ini ikuti kebijakan pemerintah pusat dan saya juga warga itu tidak tahu punya siapa, filosofi apa dan sebagainya. Anak-anak Indonesia dididik untuk konteks Indonesia,” ujar Ridwan Kamil.

Ia menegaskan, terkait dengan pendidikan, sangat tidak layak ada campur tangan dari pemerintah asing termasuk Turki. Terlebih, sekolah-sekolah yang dianggap menerapkan paham radikal, menggunakan kurikulum nasional dan mengikuti Ujian Nasional (UN).

Loading...