Mencoba Bangkit, Rupiah Dibuka Menguat 54 Poin

Rupiah - www.jatengpos.comRupiah - www.jatengpos.com

Setelah terperosok sangat tajam dalam dua perdagangan terakhir, rupiah kembali bangkit pada awal transaksi Selasa (24/4) ini. Seperti dipaparkan Bloomberg Index, mata uang Garuda membuka dengan menguat 54 poin atau 0,39% ke level Rp13.921 per dolar AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 82 poin atau 0,59% di posisi Rp13.975 per dolar AS pada Senin (23/4) kemarin.

“Sentimen eksternal menjadi katalis utama pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir,” kata ekonom Bank Permata, Josua Pardede, seperti dikutip dari Kontan. “Setelah imbal hasil US Treasury mendekati 3%, masih ada potensi kenaikan AS. Selain itu, usai tarif baja dan aluminium diterapkan, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pun turut meningkat.”

Hampir senada, analis Valbury Futures, Lukman Leong, menilai bahwa secara teknikal, rupiah masih memiliki potensi untuk terus melemah. Ini masih ditambah belum adanya sentimen domestik yang bisa menyokong mata uang Garuda pada pekan ini. “Hanya, pada Jumat (27/4) nanti, ada rilis ekonomi AS, yang berpotensi menekan ,” ujar Lukman.

“Perkiraan ekonom, PDB AS di kuartal pertama tumbuh lebih lambat, jadi mungkin ada peluang indeks dolar AS melemah setelah pengumuman data ini,” sambung Lukman. “Menurut konsensus, pertumbuhan PDB AS di kuartal pertama tahun 2018 hanya 2%, turun dari periode sebelumnya yang berada di angka 2,9%.”

Meski diproyeksikan masih akan terus melemah, namun kenaikan minyak mentah dunia bisa menjadi salah satu sentimen yang mendorong kurs rupiah. minyak mentah AS menyentuh level tertinggi sejak Desember 2014 pada akhir perdagangan Senin kemarin, ketika perselisihan di Timur Tengah, yang menjadi rumah bagi hampir separuh jumlah minyak , memburuk.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2018, naik 24 sen atau 0,4% menuju level 68,64 dolar AS per barel pada tutup dagang di New York Mercantile Exchange. Sementara, harga minyak Brent untuk pengiriman Juni 2018 juga menguat 65 sen dan ditutup di level 74,71 dolar AS per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London.

Loading...