Menawarkan Empat Kelas Penerbangan, Harga Tiket Qantas Jakarta-Sydney Mulai Rp 7 Jutaan

qantas, airlines, airways, maskapai, penerbangan, australia, harga, tiket, jakarta, sidney, CGK, bandara, soekarno hatta, mulai, penumpang, kargo, yoga, ruang, kaki, nyaman, fasilitas, standar, ruang, kelas, sydneyArmada pesawat maskapai penerbangan sedang bersiap untuk berangkat

via udara dianggap memberikan keuntungan, yang paling jelas terlihat adalah masalah waktu tempuh menjadi lebih sedikit. Apalagi jika tujuan Anda bepergian adalah ke luar negeri. luar negeri bisa ke negara mana saja, tergantung keinginan atau keperluan masing-masing. Salah satunya adalah ke Sidney, .

Untuk bepergian ke negara tersebut, salah satu penerbangan yang bisa dipilih adalah Qantas Airlines Limited. tersebut merupakan penerbangan nasional Australia. Nama Qantas merupakan singkatan dari Queensland and Northern Territory Aerial Service.

Misalnya, Anda akan berangkat dari Jakarta menuju Sidney, Australia. Anda bisa berangkat dari Soekarno-Hatta (CGK) menuju Sydney Kingsford Smith (SYD). Harga tiketnya bisa Anda ketahui dari situs online yang bisa melayani pemesanan . Harga Qantas Jakarta-Sydney mulai dari Rp 7 jutaan.

Dalam pelayanannya, Qantas menawarkan empat penerbangan, yaitu Economy Class, Premium Economy Class, Business Class, dan First Class. Anda bisa memilih penerbangan yang diinginkan.

Demi meningkatkan pelayanannya terhadap penumpang, Qantas memiliki ide untuk membuat ruang kargo sekaligus bisa menjadi tempat istirahat, bahkan penumpang bisa berolahraga di dalamnya. Ide tidak biasa itu muncul setelah Alan Joyce, chief executive officer Qantas Airways mengumumkan rencana tersebut.

Ide tersebut merupakan bagian dari rencana Joyce dalam mewujudkan ‘Project Sunrise’, yang memiliki visi untuk penerbangan non-stop antara Australia (Sidney atau Melbourne) ke Britania Raya dan New York City dalam empat tahun ke depan. Penerbangan tersebut setidaknya akan memakan waktu lebih dari 20 jam.

“Dengan demikian, kita perlu membayangkan keseluruhan pengalaman penerbangan. Apakah ada kelas baru yang dibutuhkan oleh pesawat? Apakah ada ide-ide yang bisa diaplikasikan dan benar-benar mengubah perjalanan udara di masa depan? Dan, jawabannya adalah tidak ada. Tidak ada, selain inovasi di bagian meja penumpang,” ucap Joyce.

Sebelumnya, telah ada rencana-rencana yang dijanjikan oleh maskapai lain. Richard Branson dari Virgin Atlantic pernah menjanjikan kasino on board yang belum terwujud. Maskapai Lutfhansa pernah dilaporkan akan mengembangkan kelas yoga dalam penerbangan.

“Ini tidak akan mudah, dan mungkin tidak layak secara komersial. Tetapi, ada baiknya mendengar seorang eksekutif maskapai penerbangan berbicara tentang membawa kompartemen bergaya kereta ke dalam pesawat terbang,” ucap Brian Sumers, seorang reporter penerbangan untuk situs analisis perjalanan, Skift.

Sementara itu, maskapai penerbangan dinilai mungkin lebih baik untuk fokus pada peningkatan pengalaman penerbangan daripada menambahkan beberapa . Hal itu diucapkan oleh Consumer Advocate, Christopher Elliot.

Qantas menempatkan penumpang kelas di kursi dengan lebar 17,5 inci dan memiliki ruang antara kursi yang Anda tempati dengan kursi di depannya sebesar 31 inci. Ukuran tersebut dianggap relatif standar untuk maskapai besar, tetapi mungkin akan menjadi tidak nyaman ketika digunakan untuk penerbangan jarak jauh sekitar 20 jam.

“Hal tersebut mungkin akan lebih menguntungkan, tetapi tidak etis. Alih-alih berpikir untuk kamar yang bisa dibuat latihan (olahraga), mungkin Qantas bisa memberikan ruang untuk kaki yang lebih nyaman bagi penumpang,” tutur Elliot.

Loading...