Menanti Pidato Powell, Rupiah Dibuka di Zona Merah

Rupiah - www.harnas.coRupiah - www.harnas.co

Jakarta – Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Rabu (10/7), dengan pelemahan sebesar 8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 14.138 per AS. Sebelumnya, mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 22 poin atau 0,16 persen ke level Rp 14.130 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau sedikit menguat. Indeks dolar AS dilaporkan naik 0,11 persen menjadi 97,4953 lantaran para pelaku menanti lebih banyak petunjuk tentang langkah selanjutnya dari pihak selaku bank sentral Amerika Serikat terhadap acuannya.

Ketua Jerome Powell dijadwalkan akan memberi kesaksian setengah tahunan di hadapan kongres pada Rabu dan Kamis waktu setempat. Kemudian para pedagang akan mencermati pernyataannya untuk memperoleh petunjuk terkait pembaruan kebijakan moneter . Ini terjadi saat para pelaku pasar memprediksi langkah penurunan suku bunga oleh untuk memacu pertumbuhan .

Adapun menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Juli 2019 telah mencapai 100 persen, demikian seperti dilansir Antara. Akan tetapi, peluang pemangkasan suku bunga yang lebih agresif mendadak berkurang secara signifikan setelah dirilisnya laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat (5/7) lalu.

Gerak rupiah sendiri saat ini juga masih menanti pidato Gubernur The Fed Jerome Powell. Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, AS yang dirilis pekan lalu telah berhasil membuat dolar AS menguat. Selain itu, pasar juga memperkirakan jika pernyataan Powell nantinya tak akan dovish seperti sebelumnya. “Pasar menantikan Jerome Powell akan mengeluarkan statement baru terkait arah suku bunga The Fed,” beber Josua, seperti dilansir Kontan.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim juga menambahkan bahwa potensi Bank of England (BoE) untuk ikut memotong suku bunga acuannya juga telah mengakibatkan mata uang emerging market, termasuk rupiah menjadi tertekan di pasar spot. Oleh sebab itu, Ibrahim memprediksi jika rupiah akan kembali melemah pada perdagangan hari ini.

Loading...