Menanti Hasil Pilpres AS, Rupiah Dibuka Menguat Rp 13.055 per Dolar AS

Jakarta dibuka menguat 29 poin atau 0,22 persen ke Rp 13.055 per dolar AS di awal perdagangan , Rabu (9/11). Sebelumnya, berakhir menguat ke posisi Rp 13.084 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.058 hingga Rp 13.099 per dolar AS.

Rupiah menguat ketika pilpres AS ditutup dan sedang dilakukan penghitungan cepat. Pergerakan Garuda pada hari ini masih akan dipengaruhi oleh hasil pemilihan yang baru.

Menurut ekonom Bank BCA, David Sumual, “Jika Hillary Clinton menang, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan. Sebaliknya jika Donald Trump keluar sebagai pemenang, rupiah bisa melemah signifikan.”

Hingga kini posisi rupiah masih berjaya di spot exchange lantaran berdasar hasil jajak pendapat Hillary Clinton berpeluang untuk menang dalam pilpres dan membuat para pelaku optimis untuk masuk ke aset berisiko.

“Dari dalam negeri pertumbuhan yang sedikit terkoreksi masih masuk dalam ekspektasi pasar,” imbuh David.

Sementara itu indeks dolar AS dibuka melemah 0,19% ke 97,674. Pada pukul 07.48 WIB indeks dolar AS melanjutkan pelemahannya sebesar 0,20% ke angka 97,665. Dolar melemah terhadap yen usai pemungutan suara di beberapa negara bagian AS ditutup. Yen menguat 0,5% ke 104,69 per dolar pada pukul 09.16 di Tokyo, atau pukul 07.16 WIB.

“Trump maju dalam penghitungan suara. Yen mendapatkan safe haven,” ujar Janu Chan, Ekonom Senior St George Bank Ltd di Sydney. Associated Press mengungkapkan bahwa Donald Trump unggul di Indiana dan Kentucky, sedangkan Hillary Clinton unggul dalam pemilihan di Vermont.

Loading...