Menanti Data Neraca Perdagangan Agustus, Rupiah Dibuka Menguat 13 Poin

Jakarta mengawali perdagangan , Kamis (15/9) dengan penguatan sebesar 0,09 persen atau 12 poin ke posisi Rp 13.193 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda berakhir melemah 37 poin atau 0,28 persen di Rp 13.205 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang nilai Rp 13.170 hingga Rp 13.243 per dolar .

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta menuturkan, walau pagi ini rupiah dibuka menguat, nilai tukar rupiah masih berpotensi untuk di perdagangan hari ini. Bahkan faktor global juga bisa mendorong pelemahan rupiah dalam jangka menengah.

Turunnya indeks dolar AS tadi malam menjadi penyebab rupiah menguat beberapa saat. Dari faktor , pencapaian pajak hingga tengah bulan September 2016 yang hanya mencapai 48% menjadi salah satu pertanda jika akan memangkas anggaran dalam waktu dekat ini dan dapat menekan ekspektasi pasar terkait pertumbuhan di Indonesia.

“Pagi ini ditunggu data neraca perdagangan Agustus 2016 yang surplusnya diperkirakan menipis. Tetapi pertumbuhan ekspor dan impor diperkirakan membaik dibanding bulan Juli 2016,” ujar Rangga.

Sedangkan pergerakan USD sendiri cenderung stagnan lantaran para pelaku pasar sedang menanti hasil pertemuan pada pekan depan. Pelemahan cukup signifikan terjadi pada Yen Jepang usai (Bank of Japan) mengumumkan belum adanya rencana untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Hal itu ikut menekan obligasi Jepang hingga kurun waktu 25 tahun. “Sehingga turut mengantarkan pelemahan Yen di level 103-an,” ujar Kepala Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, Kamis (15/9).

Loading...