Menangani Masalah Kesehatan Mata, Malang Eye Center Membebankan Biaya Ke Pasien Setiap Konsultasi

biaya, malang, eye, center, dokter, spesialis, mata, klinik, jalan, dr.cipto, no.3, kesehatan, khusus, macam, masalah, di, katarak, bayi, penanganan, konsultasi, obat, resep, rabun, prosedur, operasiIlustrasi kesehatan mata

Di , terdapat sebuah yang untuk menangani berbagai macam masalah kesehatan . Tempat tersebut bernama Eye Center (Klinik Mata ). Berlokasi di Jalan dr. Cipto No 3, , klinik tersebut menjadi tempat praktik para dokter mata.

Untuk memeriksakan kesehatan mata, pasien berhak memilih dokter mana yang diinginkan. Mengenai biaya di Malang Eye Center, besaran nominalnya tergantung kepada tindakan apa yang diberikan kepada pasien. Biaya yang dibebankan kepada pasien, antara lain biaya konsultasi, biaya obat, dan biaya lainnya.

Misalnya, Anda memeriksakan kondisi mata yang mengalami rabun. Untuk biaya konsultasi (rekap) dikenai biaya sekitar Rp 130ribu. Biaya untuk tebus obat sebesar Rp 151ribu. Dan, resep untuk kacamata yang dipilih di optik lobi sekitar Rp 570ribu. Sehingga, biaya totalnya sekitar Rp 851ribu. Biaya-biaya tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu. Besaran biaya tentu berbeda antar satu kasus pasien dengan pasien lainnya.

Malang Eye Center (MEC) pernah melakukan kegiatan Bakti Sosial Katarak. Pihak klinik memiliki target sekitar 300 orang yang akan dioperasi. Rata-rata pasien berasal dari Malang Raya dan luar daerah Malang. Untuk melakukan survei terhadap katarak, pihak MEC dibantu oleh pihak SAR. Mereka mencari katarak yang kondisi ekonominya kurang mampu.

Seperti yang dirasakan oleh seorang peserta dari Kabupaten Malang, Djuwair. Pria berusia 90 tahun ini sudah menderita Katarak sejak tiga tahun lamanya. “Ya selama menderita katarak ini hanya periksa di beberapa dokter mata saja. Mau operasi kok mboten nggadah duit. Akhirnya cuma periksa saja,” katanya seusai menjalani operasi Katarak.

Dr Seskoati SpM (K) mengatakan tiap tahunnya penderita katarak yang terdeteksi meningkat. Yakni sekitar 5 persen hingga 10 persen. Meningkatnya penderita katarak ini karena masyarakat sudah peduli terhadap kesehatan mata.

“Bahkan saat ini penderita katarak tidak hanya usia yang sudah tua. Tetapi juga ke usia yang masih muda. Bahkan ada juga bayi yang terkena katarak,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa penggunaan obat mata terlalu sering juga bisa menyebabkan pemicu terjadinya katarak.

Penyebab katarak pada anak atau bayi, kemungkinan karena ibu melahirkan anak dengan katarak. Dokter akan menyebutnya dengan katarak ‘kongenital’. Katarak kongenital juga dapat terjadi jika selama kehamilan, ibu mengembangkan infeksi seperti campak atau rubella (penyebab paling umum), rubeola, cacar air, sitomegalovirus, herpes simpleks, herpes zoster, poliomielitis, influenza, virus Epstein-Barr, sifilis, dan toksoplasmosis.

Bayi yang terkena katarak, harus mendapatkan penanganan yang tepat. Menurut Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), MmedEdu, spesialis Oftalmologi Pedriatik dan Strabismus, operasi katarak pada anak dapat menjadi lebih kompleks dibandingkan dengan pasien lanjut usia.

“Pada pasien anak, prosedur operasi katarak menjadi lebih kompleks dibandingkan pasien dewasa/lanjut usia, sehingga prosedur operasi dilakukan dengan anastesi umum untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan operasi,” ujarnya.

Loading...