Menaikkan Limit Kartu Kredit BCA Tidak Lagi Sulit, Nasabah Dapat Melakukannya Secara Online

Kartu Kredit Bank BCAKartu Kredit Bank BCA

Gaya hidup masyarakat kini sudah semakin modern saja. Seperti contohnya pemakaian kartu kredit. Dengan menggunakan kartu kredit, Anda bisa mendapatkan yang diinginkan, tanpa harus membayar dengan uang tunai. Ibaratnya Anda berutang kepada bank terkait. Pada saat tanggal , Anda akan membayar sejumlah uang untuk melunasi.

Salah satu bank yang menyediakan fasilitas kartu kredit adalah (Bank Central Asia). Bank swasta tersebut memiliki 3 jenis kartu kredit, yaitu Regular, Batman/Gold, dan Platinum. Masing-masing kartu memiliki administrasi dan limit.

Kartu kredit dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Hanya saja, pada saat keadaan darurat, misalnya untuk membayar kebutuhan biaya rumah sakit, pengguna kartu kredit bisa saja membutuhkan lebih banyak dana dari biasanya. Hal tersebut mungkin yang dapat mendorong seseorang ingin menaikkan limit kartu kredit miliknya.

Bagi Anda yang ingin menaikkan limit kartu kredit BCA, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi Halo BCA. Kini, nasabah mungkin tidak perlu datang ke kantor untuk mengurusnya, semua persyaratan dapat dilakukan melalui telepon dan online. Lalu, Anda akan ditanya mengenai data dan nomor kartu kredit, NPWP untuk diverifikasi. Anda mungkin saja akan diminta scan NPWP dan rekening koran tabungan selama 3 bulan terakhir, untuk dikirimkan via email BCA.

Ada hal penting yang harus dijadikan perhatian dalam pengajuan limit kartu kredit, yaitu riwayat pembayaran kartu kredit Anda. Apabila Anda termasuk nasabah yang rutin membayarkan kartu kredit (tidak pernah terlambat), kemungkinan kenaikan limit akan segera disetujui.

Setelah disetujui, Anda dapat menggunakan kartu kredit dengan limit yang baru. Anda dapat melakukan transaksi di merchant-merchant, seperti di pusat perbelanjaan. Namun, bagi pengguna kartu kredit ataupun debit sebaiknya berhati-hati. Kini, ada kasus pencurian data atau duplikasi pemegang kartu kredit yang kerap terjadi karena transaksi yang dilakukan di merchant-merchant dengan dua kali gesek atau double swipe.

Doubel swipe itu yang pertama dilakukan di Electronic Data Capture (EDC), sementara gesekan kedua dilakukan di kasir (cash register). Nah, gesekan di kasir ini yang dinilai rawan terhadap penyalahgunaan data pengguna kartu kredit/debit.

Bank (BI) selaku otoritas moneter dan sistem pembayaran dengan tegas melarang penggesekan double swipe tersebut. pun dalam kerjasamanya dengan merchant-merchant tidak membolehkan kartu kredit/debit digesek dua kali dalam setiap pembayaran.

“Risiko menggesek kartu di mesin kasir ditemukan dalam beberapa kasus, seperti adanya program berbahaya yang diinstall oleh fraudster di Point of Sales (POS) untuk mendapatkan data kartu pembayaran yang sifatnya rahasia. Data kartu pembayaran yang dicuri kemudian dapat digunakan untuk membuat kartu palsu atau untuk melakukan transaksi online palsu,” ujar Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Harianto Gunawan

“Gesek ganda bukan langkah yang diperlukan dalam transaksi pembayaran,” tambahnya. Harianto menjelaskan bahwa merchant mungkin memiliki alasan untuk menggesek ganda kartu, seperti untuk program akuntansi/rekonsiliasi atau loyalty program, namun pemegang kartu harus mengetahui hak mereka dan menyarankan merchant untuk menghindari double swiping dan memberi tahu pihak bank.

Loading...