‘Memodifikasi Islam’, Apa yang Diinginkan Pemerintah China?

pemerintah China mengumumkan rencana mereka untuk ‘memodifikasi Islam’ - www.dw.compemerintah China mengumumkan rencana mereka untuk ‘memodifikasi Islam’ - www.dw.com

BEIJING – Pada hari Minggu (6/1) kemarin, mengumumkan rencana mereka untuk ‘memodifikasi ’ melalui program lima tahun. Namun, rencana Negeri Panda untuk menjadikan Islam agar ‘selaras dengan budaya dan setempat ini’ telah mendapatkan kecaman yang luas secara .

Dilansir dari Deutsche Welle, menurut sebuah yang dirilis surat kabar Global Times, perwakilan asosiasi Islam dari delapan provinsi di China berkumpul pada Minggu kemarin dalam seminar di Beijing untuk membahas garis besar tentang bagaimana menyelaraskan Islam dengan norma-norma China. Seorang pejabat pemerintah mengatakan penting bagi komunitas China untuk ‘memperbaiki sikap politik mereka dan mengikuti pimpinan partai (Komunis)’.

“Pemerintah China ingin memperketat kontrol atas kelompok-kelompok Islam dan mengambil langkah untuk menghilangkan ‘hal yang terlalu asing’,” tutur seorang pakar China di Universitas Oklahoma, David Stroup. “Ini bisa berarti upaya untuk menghilangkan tanda-tanda dalam bahasa Arab atau membuat perubahan pada bergaya Arab. Pada saat yang sama, pemerintah dapat mencoba untuk menegaskan kontrol yang lebih langsung atas praktik ibadah, terutama atas khotbah mingguan.”

Sementara itu, Haiyun Ma, seorang profesor sejarah di Frostburg State University yang berbasis di AS, mengatakan bahwa langkah pemerintah China ini mirip dengan apa yang disebut xenophobic. Ma percaya bahwa dengan menekankan perlunya menghilangkan pengaruh asing, Partai Komunis ingin menciptakan Islam China yang dipandu oleh ateisme.

“Beijing menganggap pengaruh Arab sebagai ‘berbahaya’ dan percaya itu harus sepenuhnya dihilangkan dari kehidupan Muslim di China,” terang Ma. “Mereka juga ingin memotong (hubungan) Muslim China dari -negara Muslim lainnya. Dengan kata lain, China berusaha untuk mengisolasi komunitas Muslim mereka sambil mengklaim mereka merangkul globalisasi.”

Banyak analis melihat peningkatan upaya ‘memodifikasi Islam’ ini sebagai bagian dari penumpasan besar-besaran terhadap Muslim, terutama di wilayah Xinjiang. Pihak berwenang dilaporkan telah menempatkan setidaknya satu juta Muslim Xinjiang di kamp-kamp interniran. Langkah-langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam di wilayah lainnya bahwa Beijing ingin menerapkan model tersebut di seluruh negeri.

Stroup mengatakan, komunitas internasional perlu meningkatkan tekanan terhadap Beijing untuk memaksa mereka mengubah kebijakan terhadap komunitas Muslim. Sementara, Ma berpandangan, ada kemungkinan bahwa AS dan negara-negara Barat lainnya dapat bekerja sama dengan negara-negara Muslim untuk mengatasi masalah ini.

Konflik kekerasan antara otoritas lokal dan komunitas Muslim telah meletus di Ningxia dan Yunnan dalam beberapa tahun terakhir. Cui Haoxin, seorang penyair Hui Muslim, mengatakan kepada DW bahwa langkah-langkah pemerintah tidak akan mudah diterima oleh komunitas Muslim. Tindakan seperti itu menurutnya dapat memiliki efek bola salju dan kemungkinan akan berubah menjadi konflik besar di masa depan.

Loading...