Memiliki Aroma Harum, Harga Beras Basmati 10Kg Sekitar Rp 400 Ribuan

harga, beras, basmati, 10kg, kg, kemasan, impor, izin, kementerian, perdagangan, aroma, harum, merah, putih, panjang, langsing, produk, luar, negeri, india, dan, pakistan, bahan, baku, industri, 10Ilustrasi: butiran beras basmati

Basmati berasal dari dan . Bentuknya berbeda dari beras pada umumnya yang di . Butiran berasnya langsing dan panjang. Beras Basmati memiliki aroma harum meskipun tidak terlalu pulen. Beras jenis ini biasanya cocok dinikmati bersama dengan kuah kari pedas dan gurih.

Basmati dalam Bahasa Sansekerta artinya harum atau wangi. Beras tersebut tersedia dalam dua varian, beras merah dan putih. Di kota besar seperti Jakarta dan kota lainnya, beras Basmati mudah diperoleh di swalayan atau di toko beras. Untuk kemasan 10 kg, jualnya sekitar Rp 400 ribuan hingga Rp 500 ribuan.

Setelah membelinya, Anda tidak perlu bingung bagaimana cara memasaknya. Caranya cukup mudah, sama dengan memasak beras pada umumnya. Sebelum dimasak, jangan lupa untuk mencuci beras. Setelah diberi air secukupnya, bisa menambahkan mentega dan sedikit air jeruk lemon atau nipis supaya nasi terurai dengan baik.

Dikarenakan Basmati merupakan beras produk luar negeri, maka perlu mendapatkan izin impor dari pemerintah. Pada awal Februari 2018, Kementerian Perdagangan telah memberikan izin impor beras untuk keperluan lain sebanyak lebih dari 65 ton. Izin tersebut diberikan kepada dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Sarinah dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Berdasarkan situs layanan perizinan perdagangan elektronik Inatrade, Sarinah diketahui telah mengajukan izin impor pada 15 Januari dan 19 Januari 2018. Sedangkan PPI mengajukan izin pada 19 Januari 2018. “Impor dilakukan dalam rangka penugasan pemerintah,” kata General Manager Perdagangan Sarinah, Hari Prabowo.

Menurut catatan Sarinah, pada 15 Januari 2018, pihaknya mengaku telah mengajukan izin impor untuk 50 ribu ton beras ketan utuh. Sementara, pada 19 Januari lalu, izin impornya untuk beras basmati sebesar 15 ribu ton. Total beras yang diimpor Sarinah mencapai 65 ribu ton.

Sementara PPI, baik untuk jenis maupun jumlah beras hingga kini belum dapat diidentifikasi. Situs resmi Inatrade hanya mencantumkan nama perusahaan serta pengajuan izin .

Sedangkan Direktur Impor Direktorat Jenderal Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari, Wisnu Wardhana menjelaskan bahwa impor beras keperluan lain digunakan untuk kebutuhan bisnis.

“Ada peluang bisnis, beras keperluan lain dibutuhkan oleh industri perhotelan dan restoran,” ujar Wisnu. Meski begitu, ia enggan memberi informasi lebih lanjut mengenai jenis beras maupun besaran impor yang dilakukan PPI.

Impor beras keperluan lain dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Pasal 23 menyebutkan impor hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), untuk kebutuhan bahan baku industri dan BUMN untuk kebutuhan selain bahan baku industri.

Impor beras keperluan lain dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan impor dari Menteri Perdagangan yang dapat memberikan mandat kewenangan penerbitan kepada Direktur Jenderal.

Loading...