Membuka Penerimaan Santri Baru, Biaya Pendaftaran Pesantren Benda Rp 300 Ribu

pondok, pesantren, ponpes, persatuan, islam, 67, benda, persis, tahun, 2018, calon, melunasi, biaya, pendaftaran, masuk, transfer, Rp 300 ribu, tasikmalaya, acara, daurah, tahfidz, quranMembuka Penerimaan Santri Baru, Biaya Pendaftaran Pesantren Benda Rp 300 Ribu (persisbenda.blogspot.com)

(Ponpes) Persatuan 67 Benda, Tasikmalaya untuk tahun 2018 membuka penerimaan baru. Pendaftaran dibuka mulai 7 Januari hingga 15 Maret 2018. Setelah itu, dilanjutkan dengan tes masuk yang dilaksanakan pada 8 Maret 2018. Dan, pengumumannya pada tanggal 21 Maret 2018.

Selain tes masuk, ponpes tersebut juga menerima santri baru melalui prestasi/. Pendaftaran bisa dilakukan secara offline dan . Setelah mendaftar, calon santri harus melunasi pendaftaran masuk Pesantren Benda dengan cara transfer sebesar Rp 300 ribu.

Untuk menunjang setiap kegiatan dan program belajarnya, Pesantren Benda memberikan fasilitas bagi para santri, antara lain asrama putra dan putri, ruang makan putra dan putri, ruang putra dan putri, putra dan putri, perpustakaan, laboratorium bahasa, fisika, kimia, biologi, komputer, multimedia, mini market, dan fasilitas lainnya.

Seluruh santri yang diterima diwajibkan ikut program mondok di pesantren. Pesantren tersebut juga sudah menerapkan Daurah Tahfidz Quran ketika awal tahun ajaran baru, terhitung tanggal 8 Juli 2018 hingga 19 Agustus 2018.

Dalam acara Daurah Tahfidz Quran yang diadakan Pesantren Benda beberapa tahun lalu, sempat diikuti setidaknya 730 orang, terdiri dari 379 santri putra dan 351 santri putri. Acara tersebut resmi dibuka oleh Pimpinan Daerah Persis Kota Tasikmalaya, yang kala itu diwakili oleh Abu Alifa.

Salah satu pengurus pimpinan pesantren Benda, H. Arif Rahman Shiddiq mengatakan bahwa acara tersebut khusus untuk para santri Pesantren Persis 67 Benda untuk mempersiapkan para penghafal Al Quran. Pihak pesantren menghadirkan 71 para muhafidz dan 40 muharrik.

Putra sulung KH. Shiddiq Amien tersebut menerangkan bahwa sebagian dana itu didapat dari orang tua santri dan sebagian dari para aghniya serta donatur. “Nampaknya orang tua dari santri sangat mendukung adanya acara tersebut. Mereka berharap dan bangga anaknya menjadi hafidz/hafidzah al-quran lanjutnya,” ujar Ust. Arif.

Pimpinan Pusat Persis mendukung terselenggaranya kegiatan Daurah Tahfidz ini. Ketua Umum PP Persis, KH. Aceng Zakaria menyatakan mendukung dan siap hadir dalam acara Wisuda Santri/ Hafidz Award yang sudah direncanakan pada hari Ahad 4 September 2016 mendatang. ”Ini merupakan terobosan baru dan Rancabango pun tahun depan harus mengikuti kegiatan seperti ini.” sahut KH. Aceng Zakaria.

Untuk menjadikan Program Tahfidz ini menjadi program unggulan, pihak pesantren sudah membentuk Tim Kurikulum dan melakukan perbaikan dari kurikulum yang sudah ada. “Perubahan dan perbaikan kurikulum ini berdampak pada waktu KBM di mana kami harus terus menjaga hafalan seluruh santri, sehingga selesai Dauroh 40 Hari mereka akan dilanjutkan di tengah Kegiatan Belajar Mengajar akan ada 3 kali Muroja’ah dalam sehari yaitu pagi setelah subuh, siang selepas salat dhuhur dan makan, sore 1 jam sebelum Maghrib,” kata Ustaz Arif.

Pesantren Persis 67 itupun berencana tidak akan mengadakan UTS atau UAS sampai muncul nilai Tahfidz yang diambil dan diserahkan ke masing-masing asatidz disesuaikan dengan mata yang diampu. Sehingga tidak ada istilah gara-gara ada Daurah Tahfidzul Quran, yang lain tertinggal.

Loading...