Membuka Peluang Usaha, Harga Jual Keripik Singkong Per Kg Mencapai Rp 40 Ribuan

harga, keripik, singkong, per, kg, camilan, rasa, gurih, renyah, pedas, original, di, pasaran, penjual, pengusaha, usaha, bantuan, pemerintah, kecil, dan, menengah, bahan, varian, proses, penjualan, warung, cemilanKeripik singkong sebelum dikemas (sumber: gotravelly.com)

Anda suka ? Camilan dengan sensasi gurih dan renyah itu disukai oleh masyarakat, selain itu, harga jualnya relatif murah. Satu bungkus 1 kg (per kg) bisa dijual sekitar harga Rp 40 ribuan. Dengan kisaran harga itu, ada penjual yang sudah memberi varian (misalnya pedas) pada keripiknya, ada pula yang menjualnya dengan original.

Keripik singkong mudah untuk ditemui di pasaran. Berjualan keripik bisa menjadi salah satu usaha yang patut dilirik. Cerita masing-masing penjual mengenai bagaimana awal usaha jualan keripik singkong hingga mengenai harga jual per bungkus atau per kg-nya berbeda. Seperti cerita dari Nur Azizah yang merupakan pengusaha keripik singkong dari Banjarmasin.

Dalam menjalankan usahanya, Azizah, dibantu oleh beberapa pekerja yang memiliki tugas masing-masing. Ada karyawan yang bertugas untuk mengupas singkong, ada pula yang merajang singkong dengan alat mekanik. Di dapur rumah Azizah, tampak pekerja yang mendapatkan tugas untuk menggoreng keripik.

Meskipun terbilang baru, namun usaha jualan keripik singkong itu terbilang cukup maju. Dalam sehari, Azizah bisa menghabiskan 500 kilogram singkong untuk diolah menjadi keripik. Ia menjual keripik dengan bumbu racikannya serta ditambah dengan daun jeruk purut.

Jaringan penjualan keripik singkong milik Azizah dibantu melalui sosial, yang membuatnya semakin dikenal oleh masyarakat. Keripik buatannya sudah menyebar di Kalimantan Selatan, Pulau Jawa, hingga Sumatera.

Cerita lain datang dari Nenek Pon, seorang penjual kripik singkong yang sudah berusia di atas 80 tahun. “Awalnya dulu saya membuat keripik ini dikarenakan kedua cucu saya saat itu sedang membutuhkan biaya sekolah. Kedua cucu saya waktu itu ada di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka sekolah sampai tamat itu juga dari hasil penjualan keripik,” ujar Nenek Pon.

Produk keripik buatan Nenek Pon sudah menyebar ke beberapa tempat di Kota Siantar. Dalam memasarkan keripiknya, ia dibantu oleh kedua cucunya untuk memasarkan ke beberapa warung terdekat dari kediamannya.

Selama ini, Nenek Pon mengaku bahwa ia belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Usaha pembuatan keripik singkongnya itu merupakan usaha sendiri tanpa dibantu pihak lain.

Meskipun demikian, ia berharap suatu saat mendapatkan dukungan dari pemerintah (Pemko Siantar) melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMK) sehingga ia dapat mengembangkan usahanya. “Harapan saya usaha ini agar lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. Agar saya dapat memperbesar usaha ini,” tambah Nenek Pon kembali.

Untuk produksi keripik, ia tidak melakukan setiap hari, namun disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Jika permintaan pasar menurun, maka pembuatan keripik tidak dilakukan secara terus-menerus. Semua proses pembuatan keripik singkong dilakukan secara manual, dan Nenek Pon memastikan bahwa tidak ada campuran pengawet pada keripik buatannya.

Loading...