Membuat Kemasan Snack Menjadi Kembung, Harga Mesin Pengemasnya Relatif Mahal

harga, mesin, pengemas, snack, kembung, packing, perusahaan, lokal, kemasan, di, indomaret, alfamart, nitrogen, slack, fill, tujuan, renyah, industri, kecil, menengah, mahal, jutaan, rupiahMesin pengemas snack kembung (sumber: Flickr)

Apabila Anda membeli snack di Indomaret atau Alfamart, beberapa di antaranya dikemas dalam keadaan menggembung. Snack memang biasanya tidak diisi hingga penuh. Dalam kemasannya, bagian atasnya berisi udara. Ruang kosong ini lazim disebut sebagai ‘slack fill’ yang memiliki tujuan.

Pertama, slack fill berfungsi pada bagian padding yaitu pada saat pengemasan. Hal ini dilakukan untuk menjaga snack tetap renyah saat sampai di tangan konsumen. Dengan adanya slack fill yang menggelembung tersebut, maka snack akan tetap utuh tanpa remuk pada saat proses distribusi berlangsung.

Kedua, slack fill berperan dalam proses pengawetan. Isi di dalam slack fill itu bukan oksigen. Jika oksigen yang dimasukan ke ruang kosong tersebut, maka snack bisa dengan mudah menjadi tidak renyah. Isi dari slack fill ini adalah nitrogen yang berfungsi menjaga kerenyahan snack.

Untuk membuat snack menjadi kembung seperti itu, perlu adanya mesin pengemas. Di pasaran, peralatan itu sudah banyak tersedia. mesin memang cenderung mahal yaitu berada di kisaran jutaan rupiah. Misalnya Powerpack Sf 150 G dibanderol Rp 7.550.000. Untuk yang lebih mahal lagi yaitu Rp 9.744.000.

Di dalam negeri sendiri, peralatan seperti mesin pengemas atau packing seperti itu mulai diproduksi oleh lokal. Contohnya PD Karya Mitra yang memproduksi mesin dan alat pertanian, alat pengolahan sampah, alat packing, alat perlengkapan toko, alat pembibitan dan tanam, alat pengolahan tanah, serta alat laboratorium.

“IKM selanjutnya adalah CV. Saya Cinta yang memproduksi mesin pengolahan , yang juga melakukan demo mesin roasting selama pameran berlangsung,” tutur Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Masih ada lain yang turut berkontribusi seperti PT Mitra Balai Industri yang merupakan yang memproduksi pompa pengairan serta pengolah limbah rumah tangga untuk dijadikan pupuk organik. IKM yang didirikan sejak tahun 2006 ini, telah mendapat beberapa fasilitas bantuan dari Kemenperin. “Pada tahun 2013, mereka berhasil men-supply lebih dari 2.000 unit yang telah terjual ke Aceh hingga Papua,” tambah Gati.

Untuk perusahaan di produsen dan distributor peralatan pengendalian hama serta insektisida lingkungan ada PT Fogerindo Barnama. “Fogerindo Barnama juga menjadi produsen mesin fogging (pengasapan) yang sudah berhasil menembus ekspor,” jelas Gati.

Kemudian, PT. Mitra Balai Industri merupakan perusahaan yang memproduksi pompa pengairan serta pengolah limbah rumah tangga untuk dijadikan pupuk organik. IKM yang didirikan sejak tahun 2006 ini, telah mendapat beberapa fasilitas bantuan dari Kemenperin. “Pada tahun 2013, mereka berhasil men-supply produk lebih dari 2.000 unit yang telah terjual ke Aceh hingga Papua,” katanya.

Loading...