Membaiknya Harga Komoditas Tunjang Penguatan Rupiah

dibuka terhadap Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini (10/12). Dikutip dari Indeks Bloomberg, mata uang Garuda ini berhasil kembali ke level 13.900-an karena menguat sejauh 49,3 poin. Rupiah dibuka pada level Rp13.966 per USD dengan penguatan 0,35% dibanding level sebelumnya.

Edwin Sebayang selaku Kepala riset MNC Securities mengatakan bahwa Rupiah masih memiliki potensi pelemahan di spot. Hal ini disebabkan oleh adanya sentimen eksternal yang kurang menguntungkan bagi Rupiah.

“Rupiah kemarin ke Rp14.000-an karena faktor penguatan dolar terhadap major currency, kejatuhan , dan yang membuat (Rupiah) terpengaruh,” katanya pada awak media, pagi ini (10/12).

Masih menurut Edwin, penurunan harga komoditas memberikan pengaruh besar pada negara yang berbasis komoditas, seperti halnya . Hal ini justru berkebalikan efeknya terhadap negara yang berbasis .

“Kita telah memperingatkan itu (penurunan harga komoditas), negara berbasis komoditas akan kena hit lebih besar daripada negara berbasis manufakturing,” timpalnya.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menilai pelemahan Dolar AS yang terjadi saat ini berpotensi untuk mendorong penguatan Rupiah. Dolar AS yang sempat bangkit pada awal pekan, kembali jatuh ke kisaran level 97 akibat membaiknya harga komoditas.

“Dolar bisa berlanjut melemah pada perdagangan di pasar Asia ,” ujar Rangga dalam hasil riset yang diterima (10/12).

Rangga tak menampik adanya potensi pelemahan Rupiah jelang rapat FOMC yang akan digelar minggu depan. Selain itu, perhatian pasar juga akan terfokus pada neraca perdangangan serta BI rate.

Loading...