Melonjak 130 Poin Saat Penutupan, Laju Rupiah Masih Wajar

Keperkasaan berlanjut hari ini (4/2). Menurut data Index pukul 15.59 WIB, rupiah ditutup di level Rp13.640 per AS. Itu artinya, Garuda melonjak 130 poin atau 0,94 persen dibanding sebelumnya di level Rp13.770 per dolar AS.

Saat dibuka pagi hari, rupiah langsung 75 poin atau 0,54 persen ke Rp13.695 per dolar AS. Kemudian, sepanjang hari ini, mata uang Garuda bergerak ke level Rp13.704 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.624 per dolar AS (terkuat).

Terapresiasinya rupiah juga diwartakan . Pada pukul 16.05 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp13.625 per dolar AS, menguat 70 poin atau 0,51 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.695 per dolar AS.

Sejumlah pihak menilai, penguatan rupiah merupakan respon atas capaian inflasi yang tergolong rendah dan terkendali. Namun menurut Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, menguatnya rupiah lebih dipicu dana asing yang masuk.

“Jumlah dana asing cukup besar untuk membuat rupiah menguat,” terang Lana. “Tetapi di wilayah regional, mata uang rupiah tetap lemah.”

Pendapat hampir senada diutarakan Kepala Ekonom PT Bank Indonesia (Persero) Tbk, Ryan Kiryanto. Menurutnya, ada dana asing yang masuk dan membuat laju rupiah ke tren positif. Namun ditambahkannya, persoalan naik turunnya adalah hal yang wajar.

“Tidak usah dihebohkan (pergerakan rupiah),” kata Ryan. “Terpenting, arah rupiah menguat dan tidak bergerak fluktuatif.”

Di sisi lain, para investor meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak stabil, setidaknya hingga pertengahan 2016. “Terhadap rupiah yang merupakan faktor penentu perubahan sentimen investor, sebagian besar investor menunjukkan stabil 43 persen. Mereka (para investor) masih melihat rupiah belum berfluktuasi,” papar Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen, Legowo Kusumonegoro.

Loading...