Melonjak 110 Poin, Rupiah Memimpin se-Asia Pasifik

Jakarta – Rupiah tampil gemilang di penutupan sesi (21/12). Mencetak penguatan sebesar 110 poin (0,79%) hingga ditutup pada level Rp13.808/USD, Rupiah menjadi mata uang paling bersinar se-Asia Pasifik sore ini. Penguatan Rupiah juga seiring dengan mayoritas mata uang Asia lainnya.

Sepanjang sesi perdagangan hari ini, Rupiah sempat menyentuh level terkuat Rp 13.719/USD dan jatuh ke level terendah Rp 13.910/USD. Rupiah sebenarnya telah menampakkan gelagat penguatan sejak dibuka pada sesi awal perdagangan tadi pagi. Mata uang garuda ini sudah melonjak 24 poin (0,17%) ke level Rp 13.894/USD saat pasar dibuka.

Prediksi pergerakan Rupiah oleh Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan cenderung lebih stabil di tahun 2016 mendatang disinyalir menjadi sentimen utama pendongkrak Rupiah. Pasca kenaikan suku bunga oleh , semakin melambung hingga saat perdagangan ditutup. Mengikuti jejak Rupiah, muncul sebagai mata uang terkuat ke-2 di Asia dengan penguatan sebesar 0,45% di level 1.177 /USD.

Treasury research analyst PT Bank Negara Indonesia Tbk. () Trian Fatria, menilai kemungkinan Rupiah untuk semakin masih sangat besar, apalagi jika didukung dengan data pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pergerakan harga komoditas yang lebih baik di tahun selanjutnya.
“Ada sinyal stabilitas nilai tukar rupiah (akan) berlanjut,” kata Trian, seperti yang diwartakan oleh laman (21/12).

Beberapa waktu lalu, Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasentiantono juga telah memproyeksikan nilai tukar rupiah yang dianggapnya berpotensi untuk kembali ke level Rp 13.000-an. “Untuk ke level itu memang membutuhkan waktu,” tuturnya.

Loading...