Melemah 107 Poin, Rupiah Terjegal Euforia Penguatan Dolar AS

Jakarta – Nilai tukar terhadap Dolar ditutup melemah 107 poin atau setara 0,82 ke level Rp 13.164 per Dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (15/3). Seperti diketahui, mengalami hari yang berat sepanjang perdagangan seiring dengan bangkitnya Indeks Dolar AS yang 0,47% pada Selasa pagi.

Indeks Dolar kembali berkobar jelang pertemuan yang akan dilangsungkan selama 2 hari mulai malam ini (Selasa Malam WIB). Meski belum ada indikasi pasti apakah The Fed akan menaikkan suku bunganya kali ini, pelaku tampak tak mau ambil pusing dengan mengamankan aset Dolar mereka.

Dalam pertemuan yang diadakan pada 14-15 Maret 2016, Bank of Japan () pun memutuskan untuk tidak mengubah acuan mereka, yakni tetap pada angka -0,1%.

Sementara kabar dari dalam negeri yang paling dinanti hari ini adalah rilis neraca perdagangan untuk bulan Februari oleh BPS. Rangga Cipta, Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan jika penguatan Rupiah justru akan tertahan karena para investor tengah menunggu rilis data neraca perdagangan siang ini.

“Penguatan rupiah akan tertahan karena menunggu nerasa perdagangan yang diperkirakan bertambah surplusnya ke kisaran US$1 miliar,” ucap Rangga sebagaimana ditulis dalam hasil risetnya, siang ini (15/3).

Tak meleset, Badan Pusat Statistik melaporkan aktivitas perdagangan Indonesia sepanjang Februari menghasilkan surplus sebesar 1,14 Miliar. Kinerja perdagangan pun tampak membaik dengan mencatat surplus sebesar 50,6 juta pada bulan Januari. Sementara itu, nilai Indonesia di bulan Februari anjlok 7,18% dari bulan sebelumnya. Nilai import pun 11,71% untuk bulan yang sama.

Loading...