Melemah 10 Poin di Pembukaan, Rupiah Menanti Hasil Rapat BI

smeaker.com

Setelah melemah dalam tiga hari terakhir, berharap mendapat amunisi tambahan dari hasil rapat Dewan yang rencananya diumumkan (21/7). Jika hasil rapat sesuai ekspektasi pasar, maka peluang mata uang Garuda untuk membalikkan keadaan terbuka lebar.

Dilaporkan Index, rupiah mengawali hari ini dengan pelemahan sebesar 10 poin atau 0,08% di posisi Rp13.122 per AS. Kemudian, pada pukul 08.16 WIB, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.128 per AS. Di sisi lain, indeks AS terpantau kembali melemah 0,148 poin ke 97,053 pada pukul 06.55 WIB usai perkasa dua hari beruntun.

“Pada hari ini, fokus pasar akan tertuju pada rapat Dewan Gubernur BI yang berpeluang memangkas sebesar 25 bps,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Rupiah berpeluang menguat tipis hari ini.”

Senada, Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, memaparkan bahwa laju mata uang Garuda menanti keputusan BI. Menurutnya, BI masih bisa memangkas , meski kemungkinan mengambil kebijakan lain juga cukup besar. “Rupiah berpeluang menguat di kisaran Rp13.050 hingga Rp13.200 per dolar AS,” papar David.

Sebaliknya, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, malah mengkhawatirkan pelemahan rupiah jika penurunan BI rate sebesar 25 bps benar-benar terealisasi. “Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.115 hingga Rp13.076 per dolar AS,” ungkap Reza.

Pada perdagangan Rabu (20/7) kemarin, harus ditutup melemah 0,18% ke Rp13.112 per dolar AS. Mata uang Garuda tertekan oleh penguatan dolar AS imbas data ekonomi AS yang , seperti housing starts dan building permits.

Loading...