Melaju Tanpa Hambatan, Rupiah Berakhir Nyaman di Zona Hijau

mampu melaju mulus di zona hijau sepanjang Kamis (13/7) ini karena indeks dolar AS kembali melemah setelah pidato yang cenderung dovish. Menurut catatan index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri dengan penguatan sebesar 22 poin atau 0,16% ke level Rp13.348 per dolar AS.

Tren positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka 21 poin atau 0,16% ke posisi Rp13.349 per dolar AS. Selepas istirahat siang atau pukul 13.45 WIB, spot kembali meroket 39 poin atau 0,29% ke level Rp13.331 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.41 WIB, spot makin nyaman di zona hijau usai naik 27 poin atau 0,20% ke posisi Rp13.343 per dolar AS.

Dari pasar , pergerakan indeks dolar AS belum beranjak dari zona merah akibat pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen, yang cenderung dovish mengenai kenaikan lanjutan. Pada pukul 09.10 WIB tadi pagi, mata uang Paman Sam melemah 0,114 poin atau 0,12% menuju level 95,647, sekaligus merupakan posisi terendah sejak 30 Juni 2017 di level 95,628.

Dalam kesaksiannya di hadapan Senat AS pada hari Rabu (12/7) waktu setempat, Yellen mengatakan bahwa The Fed terus berharap bahwa evolusi ekonomi akan menjamin kenaikan bertahap tingkat suku bunga dari waktu ke waktu. Namun, Yellen tidak memberikan sinyal yang cukup besar akan ada percepatan kenaikan suku bunga acuan. “Data kami menunjukkan bahwa inflasi sudah naik, namun The Fed tampaknya tetap di jalur yang ada,” kata Manajer State Street Bank & Trust di Tokyo, Bart Wakabayashi.

Jika dolar AS terpukul dengan pidato Yellen, kondisi sebaliknya terjadi pada bursa saham Paman Sam. Pidato dovish Yellen justru membuat indeks Down Jones naik mendekati rekor tertinggi sekaligus mempertahankan momentum positifnya. Indeks Dow Jones Industrial Average .JJI naik 123,07 poin atau 0,57% menjadi 21.532.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.342 per dolar AS, naik 26 poin atau 0,19% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.368 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia kompak menguat terhadap , dengan kenaikan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,75% dan dolar Taiwan sebesar 0,51%.

Loading...