Jamin Kepercayaan Publik, Ini Biaya Akreditasi KAN

Ilustrasi: aktivitas di laboratorium kesehatanIlustrasi: aktivitas di laboratorium kesehatan

SEMARANG – Untuk menjamin kepercayaan kepada publik dan memenuhi pada setiap aspek, atau lembaga memang disarankan untuk melakukan akreditasi di Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui KAN (Komite Akreditasi Nasional). Sudah bisa melakukan secara online, untuk melakukan akreditasi di tempat ini sekarang didasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2018.

Menurut peraturan tersebut, permohonan assessment awal atau ulang atau perluasan ruang lingkup, dikenakan tarif Rp5 juta per skema per permohonan, kemudian biaya pelaksanaan assessment sebesar Rp3,5 juta per orang per hari. Selain itu, ada biaya untuk pemantauan kompetensi dan penyaksian kompetensi, masing-masing Rp3,5 juta. Jika nanti lolos, pemohon juga diwajibkan membayar iuran tahunan sebesar Rp1,5 juta per skema.

“Untuk skema akreditasi yang dimiliki KAN, saat ini KAN mengoperasikan 32 jenis akreditasi, dengan 7 di antaranya di sektor kesehatan,” papar Kepala BSN, Kukuh S. Achmad, dilansir Bali Puspa News. “Di samping skema akreditasi, juga terdapat 10 skema penilaian kesesuaian yang menjadi acuan pelaksanaan oleh lembaga produk sektor peralatan dan produk penanganan kesehatan yang sedang disusun BSN.”

KAN sendiri mewakili Indonesia dalam forum antar-badan akreditasi, yaitu International Accreditation Forum (IAF), International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC), dan Asia Pacific Accreditation Cooperation Incorporated (APAC). Fokus kemitraan yang dilakukan oleh -organisasi tersebut adalah perjanjian saling pengakuan atas hasil-hasil sertifikasi, pengujian, inspeksi, dan lain-lain, yang disebut sebagai Multilateral Recognition Agreements (MLA’s) atau Mutual Recognition Arrangements (MRA’s).

Baru-baru ini, KAN telah memberikan sertifikat akreditasi kepada laboratorium Dinas Hidup (DLH) Kabupaten Semarang. Akreditasi dari KAN tersebut membuat laboratorium DLH Kabupaten Semarang menjadi satu dari dua laboratorium di Jawa Tengah yang sudah mendapatkan akreditasi KAN.

“Lewat akreditasi tersebut, kami bisa melayani pengujian mutu lingkungan kepada berbagai pabrik di Kabupaten Semarang,” tutur manajer mutu laboratorium lingkungan DLH Kabupaten Semarang, Laila Isnaina Fatimah, dilansir Tribun Jateng. “Sebelum memperoleh akreditasi, bagi pabrik yang mengajukan mutu lingkungan, pengujian dilakukan di laboratorium di luar Kabupaten Semarang.”

Loading...