MEA Bisa Jadikan Perekonomian ASEAN Terbesar Keempat di Dunia

Jika Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi (MEA) benar-benar terwujud, ekonomi di kawasan ini diprediksi akan tumbuh dengan cepat. Bahkan menurut para ahli, ASEAN berpotensi menjadi yang terbesar keempat di dunia, setelah Uni , , dan Cina.

Menurut survei yang dilakukan The Straits Times terhadap 655 responden pada kurun waktu 20 Oktober hingga 9 Desember lalu, lebih dari 75 persen responden berpendapat bahwa dengan adanya MEA, bisnis diharapkan akan tumbuh lebih baik. Sementara, kesempatan kerja dan kesejahteraan hidup juga ikut meningkat.

Meski begitu, jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa tidak semua responden sepakat bahwa MEA akan membawa kemajuan. Pasalnya, perbedaan pola pikir masyarakat di masing- masing daerah dan negara tentu menjadi tantangan tersendiri untuk membawa kemajuan bersama.

“Hasil jajak pendapat memang menunjukkan bahwa MEA dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat di ASEAN,” jelas Duta Besar Singapura, Ong Keng Yong. “Namun sayangnya, masih belum ada kesadaran yang cukup tentang bagaimana 10 negara dapat menjadi satu komunitas dalam sistem regional yang memberikan manfaat bagi warga ASEAN.”

Pendapat hanpir senada diutarakan Wakil Direktur ISEAS-Yusof Ishak Institute, Dr. Ooi Kee Beng, yang menyatakan bahwa hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa pengusaha ASEAN sangat mendukung integrasi regional. “Harapan mereka bahwa itu (MEA) akan berhasil jauh lebih kuat, setidaknya dalam jangka pendek,” kata Ooi Kee Beng.

Selain The Straits Times, jajak pendapat tersebut juga didukung News Network (koran untuk wilayah ASEAN). Juga, melibatkan wartawan dari The Star (Malaysia), Philippine Daily Inquirer (Filipina), The Post (Indonesia), The Nation (Thailand), Viet Nam News (Vietnam), Vientiane Times, (Laos), Rasmei Kampuchea Harian (Kamboja), The Eleven Media Group (Myanmar), dan The Brunei Times (Brunei Darussalam).

Konsep MEA sebelumnya telah disepakati oleh para pemimpin masing-masing negara di regional itu pada tahun 2003 silam. Konsep ini akan memiliki tiga pilar, yaitu MEA, politik keamanan masyarakat, dan komunitas sosial-budaya.

Nantinya, MEA diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam bidang perdagangan. Selain itu, MEA juga mengatur konektivitas untuk mengintegrasikan industri di berbagai negara dengan membebaskan pergerakan barang, , , serta tenaga kerja yang terampil dan aliran modal. Menurut rencana, MEA akan diresmikan 31 Desember mendatang.

Loading...