Mayoritas Mata Uang Asia Turun, Kurs Rupiah BI Terdepresiasi ke 13.845

Jakarta, Kamis (3/12/2015), dibuka melemah sebesar 46 poin atau 0,33 % ke level Rp. 13.826 per dolar . Hal ini sesuai dengan data yang telah berhasil diterbitkan oleh Dollar Index. Setelah satu jam kemudian, tepatnya pukup 08.55 WIB rupiah kembali mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Kali ini rupiah melemah sebesar 73 poin atau 0,53 % ke level Rp. 13.853 per dolar .

Sejak awal dibuka, memang telah mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Akan tetapi pelemahan ternyata tak hanya di Garuda saja, Asia lainnya pun kompak melemah.

Tercatat tepat pada pukul 09.10 WIB mata uang melemah 0,06 %, baht Thailand 0,06 %, Filipina melemah 0,07 %, Malaysia melemah 0,43 %, dan paling lemah sendiri rupiah sebesar 0,46 % atau 63 poin ke angka Rp. 13.843 per dolar Amerika Serikat.

Melihat pelemahan tersebut, mata uang Asia kompak melakukan perlawanan terhadap dolar. Meskipun hanya menguat sedikit, tetapi rupiah masih mengalami pelemahan paling atas yakni 0,4 %. Sedangkan mata uang dolar Singapura 0 %, peso Filipina melemah 0,03 %, baht Thailand 0,01 %, dan 0,35%. Sementara rupiah masih berada diatas Rp. 13.800.

Penguatan kembali terjadi secara signifikan pada pukup 14.12 WIB. Namun sayangnya saat mayoritas mata uang Asia menguat, hanya rupiah sendiri yang masih mengalami pelemahan. Mata uang yang berbalik menguat adalah dolar Singapura sebesar 0,16 %, peso Filipina menguat 0,05%, ringgit Malaysia menguat 0,35%, baht Thailand sebesar 0,02 %. Sedangkan rupiah melemah sebesar 63 poin atau 0,46 % ke level Rp. 13.843/US$.

Akhirnya kurs rupiah hari ini ditutup dengan sebesar 65 poin atau 0,47 % ke level Rp. 13.845 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan kurs rupiah ini dapat terjadi seiringan dengan melemahnya mayoritas mata uang Asia. Sepanjang hari ini tercatat kurs rupiah bergerak di level tertinggi Rp. 13.808/US$ dan terlemah berada di level Rp. 13.863/US$.

Loading...