Mayoritas Kurs Asia Tertekan, Rupiah Menyerah 63 Poin di Penutupan

www.jokowinomics.com

Seperti diprediksi sebelumnya, meski dibuka menguat, namun AS masih terlalu tangguh bagi rupiah. Alhasil, menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda pun harus menutup awal pekan ini (22/8) dengan pelemahan sebesar 63 poin atau 0,48% ke level Rp13.226 per dolar AS.

Sempat dibuka menguat tipis 3 poin atau 0,02% di Rp13.160 per dolar AS, spot berbalik terdepresiasi 37 poin atau 0,28% ke Rp13.200 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini. Kurs rupiah terus melemah 69 poin atau 0,52% ke Rp13.232 per dolar AS saat akhir sesi I. Jelang tutup dagang, atau pukul 15.21WIB, spot kembali anjlok 61 poin atau 0,40% ke Rp13.224 per dolar AS.

Pelemahan mata uang Garuda juga diwartakan oleh . Pada pukul 16.04 WIB, rupiah terpantau menyerah 75 poin atau 0,57% ke posisi Rp13.215 per dolar AS.

Melemahnya nilai tukar rupiah ini juga diikuti mayoritas kurs mata uang Asia. Siang tadi, dolar Singapura terpantau melemah 0,53%, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,59%, dan peso anjlok 0,30%. Pelemahan paling tajam dialami won Korea Selatan sebesar 0,95%, disusul dolar Taiwan dengan 0,63%, dan yen Jepang yang 0,58%.

Indeks dolar AS memang lanjut menguat sejak pasar Asia dibuka Jumat (19/8) lalu. Pernyataan Wakil The Fed yang cukup percaya diri bahwa perekonomian AS sudah mendekati potensinya memicu kenaikan the serta imbal hasil US Treasury pada perdagangan Jumat malam.

“Angka inflasi AS yang turun serta hasil rapat FOMC meeting yang tidak terburu-buru menaikkan diimbangi dengan desakan beberapa Gubernur The Fed untuk segera menaikkan ,” jelas Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Hal ini pun berimbas pada laju dolar AS yang cenderung menguat sekaligus menekan rupiah.”

Loading...