Mata Uang Asia mulai Menguat, Rupiah ikut Menguat

Rupiah 100ribu berjajar, pada pagi ini (22/12) dibuka menguat sebesar 63 basis poin di posisi Rp 12.434/USD, dari posisi semula Rp 12.497/USD pada penutupan hari Jumat minggu lalu (19/12). Kepala peneliti Woori Korindo Securities, Reza Priyambada menyatakan bahwa terhadap Rupiah disebabkan oleh beberapa poin positif yang dihasilkan dari pertemuan Komite Terbuka oleh .

“Hasil pertemuan Federal Reserve adalah adanya sinyal positif bahwa Bank Sentral Amerika Serikat tidak akan segera meningkatkan acuan. Putusan ini membawa dampak positif pada aset yang semula berisiko tinggi terhadap kenaikan acuan, termasuk Rupiah, “kata Reza. Di sisi lain, apresiasi Rupiah juga didukung oleh komitmen Bank Indonesia, yang akan mengelola perdagangan domestik pada kisaran antara Rp 11.900 hingga Rp 12.300 per Amerika. “Sentimen positif di pasar diharapkan dapat mempertahankan perdagangan Rupiah,” lanjut Reza. Reza mengatakan bahwa bagaimanapun, jatuh tempo hutang perusahaan yang sebagian besar jatuh pada akhir tahun dan pengembangan ekonomi Amerika Serikat masih akan mencegah Rupiah untuk menguat lebih dari ini.

Secara terpisah, Zulfirman Basir selaku Analis di Monex Investindo Futures menambahkan opini bahwa dominasi Dolar Amerika Serikat sudah sedikit meredup di seluruh pasar Asia pada Senin pagi (22/12), hal ini memberikan ruang yang cukup bagi mata uang Asia untuk menguat di sesi pembukaan. Zulfirman juga mengatakan bahwa mata uang Rubel yang sedikit demi sedikit bergerak ke arah perbaikan, telah mengurangi kecemasan pada sebagian besar pelaku pasar atas masa depan pasar global.

Loading...