Masuk Bulan Puasa, Harga Petai di Pasar Tradisional Tembus Rp 200 Ribu per Kg

Harga petai di beberapa pasar tradisional dilaporkan mulai naik sebelum bulan puasa Ramadan - hellosehat.com

Bulan puasa biasanya memang identik dengan bahan pokok yang melambung tinggi. Benar saja, sejumlah di saat ini variatif. Misalnya saja petai yang sekarang dilaporkan sedang melangit, sedangkan jengkol justru masih stabil.

Menurut salah satu petai di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan bernama Ruminah, harga petai dalam berbagai ukuran mengalami kenaikan. Ia mencontohkan, untuk pete ukuran kecil seharga Rp 4.000 per , sedangkan petai berukuran besar harganya Rp 5.000 per .

“Sudah sekitar 10 hari sebelum puasa ini . Ukuran besar itu antara Rp 3.500 hingga RP 4.000 per batang, kalau yang kecil tadinya Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per batang,” kata Ruminah, Jumat (18/5), seperti dilansir Liputan 6.

Pedagang di tempat lain bernama Ida mengungkapkan bahwa harga petai memang sulit diprediksi karena mengikuti masa . Ketika awal-awal bulan puasa petai kurang begitu dicari oleh dan biasanya banyak laku terjual menjelang Lebaran kelak. “Kalau puasa awal-awal kayak sekarang kurang. Nanti 15 hari puasa baru ramai, pas mau dekat Lebaran,” kata Ida.

Tak jauh berbeda, harga petai terkini di Pasar Baru, Kota Bandung justru mencapai Rp 200 ribu per kg (kilogram). Harga petai di sana dikabarkan sudah naik sejak sebelum Ramadan. Menurut penjual petai bernama Ojat, harga petai naik karena stok minim, sementara itu permintaan petai menjelang puasa cenderung meningkat.

Ojat menuturkan, harga terbaru petai batangan kini Rp 6.000 untuk kelas dua, sedangkan petai super harganya Rp 7-8 ribuan. Padahal saat harga normal, petai super batangan hanya dijual Rp 5.000 saja. “Untuk yang petai kupas sekarang Rp 180-200 ribu per kilo. Biasanya mah harganya Rp 100-120 ribu per kilo,” beber Ojat.

Menurutnya harga petai diperkirakan terus merangkak naik sampai Hari Raya Idul Fitri tiba. “Ini mah kelihatannya bakal terus naik bisa Rp 15-20 ribu per batang. Tapi mudah-mudahan enggak kaya 2016 harganya Rp 600 ribu per kilo,” pungkasnya.

Loading...