Masih Perkasa, Rupiah Menguat 41 Poin di Awal Selasa

Rupiah - eljohnnews.comRupiah - eljohnnews.com

JAKARTA – Pelemahan AS yang belum berakhir membuat rupiah terus melaju kencang pada pembukaan Selasa (26/2) ini. Seperti dipaparkan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 41 poin atau 0,29% ke level Rp13.977 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir naik 40 poin atau 0,28% di posisi Rp14.018 per AS pada tutup Senin (25/2) kemarin.

Penguatan rupiah yang terjadi sebelumnya salah satunya didorong perdagangan saham di dalam negeri yang memicu spekulasi lebih banyak aliran modal masuk. Menurut Gubernur , Perry Warjiyo, kepercayaan global terhadap aset-aset Indonesia tetap kuat, dengan aliran masuk sudah lebih tinggi dari yang tercatat pada tahun lalu. “ konsumen juga tetap terkendali dengan beberapa tren menurun hingga pekan ketiga Februari,” kata Perry.

Sementara itu, analis Monex Investindo Futures, Ahmad Yudiawan, menuturkan bahwa penangguhan penetapan tarif impor AS ke barang asal China direspons positif oleh aset berisiko, termasuk rupiah, sedangkan berbalik melemah. Dalam jangka pendek, perang dagang ini masih menjadi sentimen utama yang menggerakkan rupiah.

“Adanya langkah maju negosiasi dagang antara AS dan China membuat rupiah menguat. Sebaliknya, indeks dolar AS bergerak melemah dan membuat investor masuk ke aset emerging market,” timpal kepala ekonom Bank Central , David Sumual. “Perkembangan kondisi eksternal yang positif tidak hanya membuat rupiah menguat, tetapi harga minyak dan bursa juga positif.”

Berdasarkan prediksi CNBC Indonesia, rupiah kemungkinan akan kembali mencatatkan pergerakan positif pada perdagangan Selasa ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...