Masih Dipengaruhi Sentimen Dagang, Rupiah Tak Berdaya di Hadapan Dolar AS

Rupiah - www.tajuktimur.comRupiah - www.tajuktimur.com

rupiah dibuka melemah sebesar 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp 14.445 per dolar AS di awal pagi hari ini, Rabu (15/5). Sebelumnya, Selasa (14/5), kurs Garuda berakhir melemah 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp 14.434 per USD.

Adapun indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS menguat 0,21 persen atau 0,207 poin menjadi 97,526. Selanjutnya dolar naik tipis 0,01 persen ke posisi 97,538 pada Rabu pagi ini usai dibuka flat di level 97,527.

Di sisi lain, kurs rupiah melemah lantaran hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang semakin memanas. Sebelumnya, China telah mengumumkan tarif 25% atas barang-barang dari AS senilai USD 60 miliar yang akan berlaku mulai 1 Juni 2019 mendatang.

Pada perdagangan hari ini, sentimen perang dagang diprediksi masih akan mempengaruhi gerak rupiah di spot. “Kabarnya, China dan AS akan kembali berunding pada Jumat (16/5). Jika ada kesepakatan baru, maka akan mempengaruhi pergerakan rupiah,” kata David Sumual, Ekonom Bank Central , seperti dilansir Kontan.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim juga menjelaskan jika dari dalam negeri Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan bakal merilis data perdagangan internasional Indonesia periode April 2019. Pasar memprediksi jika dagang Indonesia akan defisit senilai USD 500 juta. Apabila dagang Indonesia memang benar defisit, maka tren positif yang telah diraih selama 2 bulan sebelumnya akan terhenti. Sebagai informasi, pada Maret 2019 lalu dagang Indonesia mengalami sebesar USD 540 juta.

Sementara itu, Bank Indonesia akan kembali mengadakan rapat dewan gubernur pada pekan ini. Para memperkirakan jika suku bunga acuan BI tetap tidak berubah. Meski demikian, menurut David sentimen domestik tak memberikan pengaruh terlalu signifikan untuk rupiah.

Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar memprediksi hari ini rupiah mempunyai potensi untuk menguat karena sudah diperdagangkan terlalu murah. Sedangkan secara fundamental, pondasi rupiah menurutnya masih cukup terkendali. “Jika dilihat dari teknikalnya saja rupiah sudah overboard dan terlihat ada potensi rebound akibat kecenderungan aksi ambil untung oleh pelaku pasar,” ucap Deddy, seperti dilansir Bisnis.

Loading...