Masih Dihantui Teror Bom, Rupiah Ditutup Melemah Tipis 3 Poin di Rp13.910/USD

Teror bom Jakarta tampaknya masih menghantui laju rupiah. Pada perdagangan hari ini (15/1), rupiah ditutup melemah ke level Rp13.910 per dolar AS. Mata uang Garuda terdepresiasi tipis 3 poin atau 0,02 persen dibanding penutupan pada hari Kamis (14/1) yang berada di level Rp13.907 per dolar AS.

Pada pembukaan pagi, rupiah sempat menguat 40 poin atau 0,29 persen ke level Rp13.867 per dolar AS. Kemudian sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif di Rp13.933 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.866 per dolar AS (terkuat).

Laporan senada diungkapkan . Pada pukul 16.05 WIB, rupiah berada di level Rp13.920 per dolar AS. Rupiah terdepresiasi 55 poin atau 0,40 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp13.865 per dolar AS.

Di sisi lain, hari ini Badan Pusat Statistik () melaporkan bahwa sepanjang terdepresiasi sebesar 0,49 persen terhadap dolar AS dengan level terendah rata-rata nasional eceran sebesar Rp14.013 per dolar AS. “ eceran rupiah pada Desember mengalami pelemahan terhadap seluruh mata uang asing,” kata Kepala BPS, Suryamin, dalam jumpa pers di Jakarta.

Ditambahkan Suryamin, nilai tukar rupiah dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar AS terjadi pada minggu ketiga Desember 2015.  Sementara menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu sebesar Rp14.080 per dolar AS pada minggu ketiga Desember 2015.

Rupiah juga mengalami pelemahan terhadap sebesar 0,85 persen, dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran mencapai Rp10.102 per . Sementara terhadap , rupiah terdepresiasi 2,16 persen sepanjang Desember 2015, dengan level terendah rata-rata nasional berada di Rp115 per Jepang.

“Selama Desember 2015, rupiah juga melemah 2,80 persen terhadap euro,” jelas Suryamin. “Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terjadi pada minggu ketiga yang mencapai Rp15.314 per euro.”

Loading...