Masih di Area Merah, Rupiah Dibuka Melemah 7 Poin

Mata uang rupiah - www.medcom.idMata uang rupiah - www.medcom.id

JAKARTA – belum bisa beranjak dari area merah pada pembukaan Selasa (30/10) ini. Seperti dituturkan Bloomberg Index, Garuda mengawali dengan melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp15.230 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi tipis 6 poin atau 0,04% di posisi Rp15.223 per AS pada akhir Senin (29/10) kemarin.

“Meski melemah, rupiah masih cenderung bergerak stabil selama dua pekan belakangan ini. Pelemahan kemarin merupakan respons pasar terhadap sajian GDP AS kuartal III,” tutur analis Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, dilansir Kontan. “Selain itu, pada perdagangan awal pekan, biasanya pelaku pasar belum terlalu aktif.”

Pergerakan stabil rupiah, lanjut Andri, juga didorong dari sisi . Para pelaku pasar dalam negeri masih merespons sajian data positif dari surplus neraca perdagangan, sektor kredit, suku bunga acuan Bank , serta pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) yang aktif di November. “Dalam minggu ini, mata uang Garuda masih akan bergerak di kisaran yang sama seperti dua pekan terakhir,” sambung Andri.

Hampir senada, ekonom Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, mengatakan bahwa rupiah tidak terlalu melemah berkat adanya intervensi dari Bank Indonesia. Bank Indonesia melakukan intervensi karena kebutuhan dolar AS di bulan ini cukup besar, terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Bank Indonesia juga melakukan aksi jual valas di pasar untuk menstabilkan rupiah,” kata Satria.

Menurut Satria, dalam perdagangan hari ini, pelemahan harga minyak dunia berpotensi mengatrol mata uang Garuda. Seperti diketahui, harga minyak mentah diperdagangkan di bawah level 67 dolar AS per barel pada Selasa pagi. Harga minyak WTI untuk kontrak Desember 2018 terpantau melemah 0,37 poin atau 0,55% ke 66,67 dolar AS per barel, sedangkan harga minyak Brent kontrak Desember 2018 ditutup anjlok ke posisi 77,34 dolar AS per barel.

Loading...