Masih Betah di Zona Merah, Rupiah Dibuka Anjlok ke Rp 13.308/USD

Jakarta – Kurs rupiah dibuka melemah sebesar 26 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp 13.308 per pada awal pagi hari ini, Jumat (26/5). Sebelumnya, Rabu (24/5) rupiah berakhir terdepresiasi 0,09 persen atau 12 poin ke level Rp 13.311 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.301 hingga Rp 13.328 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan the Greenback terhadap sebagian besar utama pada Kamis atau Jumat pagi WIB, (26/5) ditutup naik 0,03 persen menjadi 97,265 di akhir perdagangan. Pasca rapat The Fed Rabu (24/5) lalu dolar AS sempat melemah di perdagangan Kamis pagi WIB (25/5) lantaran para tengah mempertimbangkan rilis terbaru dari pertemuan Federal Reserve.

Mayoritas petinggi Federal Reserve memandang tepat untuk segera menaikkan suku bunga apabila di Amerika Serikat terus membaik. “Sebagian besar peserta menilai bahwa jika informasi yang masuk sesuai dengan harapan mereka, akan tepat bagi Komite ( Terbuka Federal) untuk segera mengambil langkah lagi dalam menghapus beberapa kebijakan akomodatif,” demikian bunyi risalah pertemuan The Fed.

Namun indeks dolar AS berhasil merangkak naik berkat sejumlah data ekonomi yang positif. Pada Kamis (25/5) Departemen Tenaga AS melaporkan bahwa angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran secara musiman naik 1.000 menjadi 234.000 dari tingkat revisi sebelumnya. Rata-rata pergerakan 4 minggu mencapai 235.250, turun 5.750 dari rata-rata yang direvisi pekan sebelumnya.

Selain itu, Departemen Perdagangan AS juga mengumumkan bahwa defisit perdagangan internasional mencapai 67,6 miliar dolar AS pada bulan April 2017 lalu, naik 2,5 miliar dolar AS dari 65,1 miliar dolar AS pada bulan Maret 2017.

Di sisi lain, mata uang Garuda masih terkena imbas dari diturunkannya peringkat utang oleh Moody. Alhasil, sebagian mata uang Asia termasuk rupiah belum mampu beranjak dari zona merah hingga perdagangan hari ini.

Loading...